Awas! Ruas Jalan Giriroto-Jeron Boyolali Menyempit

Pengendara motor melintas di ruas jalan Giriroto-Jeron, Ngemplak, Boyolali, Senin (17/9 - 2018) pagi. (Solopos/Nadia Lutfiana Mawarni)
17 September 2018 15:15 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Ruas jalan Giriroto-Jeron di Kecamatan Ngemplak, Boyolali, kembali dibuka setelah sebelumnya ditutup akibat proyek perbaikan gorong-gorong, Senin (17/9/2018). Meski begitu perbaikan yang belum selesai menyebabkan penyempitan lajur di jalan tersebut.

Gorong-gorong dimaksud adalah saluran irigasi Demen dan saluran irigasi Kalimantan yang bermuara di talang Desa Baratan, Nogosari. Perbaikan ini merupakan bagian dari revitalisasi saluran irigasi Waduk Cengklik agar bisa sampai ke desa terjauh di Giriroto.

Pantauan Solopos.com, Senin pagi, papan peringatan penutupan jalan dipasang agak ke pinggir sehingga hanya menutupi separuh badan jalan yang masih dalam proses penggalian. Peringatan penutupan jalan Giriroto-Jeron juga sudah tidak dipasang di pinggir jalan Desa Donohudan ke arah Desa Pandeyan.

Sementara truk dan kendaraan berat yang akan menuju Kaliyoso tetap harus memutar lewat jalan Desa Dibal-Desa Ketitang. Arus lalu lintas di Giriroto-Jeron terpantau lancar meski hanya ruas jalan sisi timur yang bisa dilewati.

Saat Solopos.com datang ke lokasi, proyek perbaikan saluran sedang dihentikan sehingga kendaraan roda dua bisa melintasi jalan tersebut dari dua arah. Sedangkan kendaraan roda empat harus mengikuti sistem buka tutup satu lajur.

Sementara itu, jalan di Dukuh Gunungan yang digunakan sebagai jalan alternatif terpantau lengang karena pengendara lebih memilih melintasi jalan utama.

Pemuda desa yang mengatur lalu lintas di jalan tersebut, Teguh Wiyono, 28, mengatakan seperti hari-hari sebelumnya puncak kepadatan terjadi hanya pada jam berangkat dan pulang kerja atau sekolah.

"Tapi dibandingkan kemarin kemarin, jalan kampung lebih sepi," kata dia.

Teguh berharap perbaikan saluran air di kawasan tersebut lekas rampung agar arus lalu lintas kembali normal. Teguh berharap ada petugas dari kepolisian setempat yang membantu mengatur lalu lintas di lokasi. Selama ini pengaturan jalan lebih banyak mengandalkan pemuda desa setempat.

Salah satu pengguna sepeda motor, Nurjanah, 21, mengaku tidak tahu di Giriroto masih ada perbaikan saluran air yang berpengaruh pada penutupan sebagian ruas jalan. "Tapi alhamdulillah saya pas lewat pas enggak macet," kata dia.