Pengiriman BBM Bocor, Ini Tanggapan Pertamina Boyolali

Ilustrasi truk tangki BBM Pertamina. (Solopos/Dok)
17 September 2018 20:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Supervisor Awak Mobil Tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) di Depo Pertamina Boyolali, Ardina Dodi, mengaku sangat menyesalkan perbuatan anak buahnya yang membocorkan BBM yang diangkutnya di tengah jalan.

Dodi mengaku sebenarnya sudah menginstruksikan kepada jajarannya agar tidak melakukan tindakan melanggar hukum, termasuk menurunkan sebagian muatan BBM dari truk tangki secara ilegal atau yang lazim diistilahkan dengan “kencing di jalan”.

“Kami menyesalkan tindakan itu karena kami sudah menginstruksikan kepada semua awak mobil tangki kalau bekerja yang lurus-lurus saja, kan sudah dapat gaji. Karena untuk hal-hal seperti itu ada konsekuensi hukumnya,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Senin (17/9/2018).

Dia mengaku sering mengingatkan BBM adalah barang milik negara dan untuk konsumsi masyarakat banyak. Namun, dia juga mengakui kejadian tersebut kadang di luar pengawasannya.

“Tapi karena ini di luar monitoring kami, kami tidak tahu persis bagaimana kok bisa begitu. Ini jadi perhatian bagi teman-teman awak tangki yang lain agar tidak melakukan kesalahan yang sama,” imbuhnya.

Dodi menyerahkan proses hukum yang melibatkan rekan kerjanya itu kepada polisi. Sebagaimana diinformasikan, aparat Polres Boyolali menangkap satu orang sopir truk tangki BBM Pertamina dan satu penadah dalam kasus BBM kencing di jalan.

Sopir truk tangki BBM itu bernama Aji Wicaksono, 32, warga Ceper, Klaten, sedangkan si penadah bernama Haryanto, 37, warga Banyudono, Boyolali.

Mereka ditangkap saat sedang beraksi memindahkan BBM dari tangki ke mobil pribadi di Jl. Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali Kota pada Kamis (13/9/2018) sekitar pukul 02.30 WIB.