PKL CFD Juanda Solo Tuntut Barikade Dibuka Pukul 09.00 WIB

Warga berjalan kaki dan bersepeda saat car free day di Jl. Juanda, Solo. (Solopos/Dok.)
18 September 2018 05:00 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) car free day (CFD) Jl. Ir. Juanda Solo menagih janji Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk mengembalikan jam operasional kegiatan CFD di wilayah Kelurahan Pucangsawit, Jebres, tersebut hingga pukul 09.00 WIB.

Ketua Paguyuban PKL CFD Jl. Ir. Juanda, Agus Suranto, bercerita sejak sekitar 1,5 tahun yang lalu pertugas Dinas Perhubungan (Dishub) Solo mulai rutin membuka barikade pembatas area CFD Jl. Ir. Juanda pada pukul 08.00 WIB.

Padahal sebelumnya petugas baru membuka barikade pukul 09.00 WIB, sama seperti di CFD Jl. Slamet Riyadi. Dia menyebut para PKL CFD Jl. Ir. Juanda keberatan atau kecewa dengan kebijakan Pemkot yang otomatis mengubah jam operasional CFD yang berlangsung setiap hari Minggu itu.

Agus menyebut pengurus Paguyuban PKL CFD Jl. Ir. Juanda pernah beberapa kali meminta Pemkot agar kembali membuka barikade pembatas area CFD pada pukul 09.00 WIB. Tapi upaya tersebut ternyata tak kunjung direalisasikan.

Dia menuturkan, saat diundang rapat oleh pejabat Dinas Perdagangan (Disdag) Solo guna membahas rencana penataan PKL Sunday Market pada Rabu (5/9/2018) lalu, pihaknya kembali melontarkan usulan terkait pengembalian jam operasional CFD Jl. Ir. Juanda. Dia memohon Jl. Ir. Juanda setiap Minggu ditutup mulai pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB.

Agus mengaku bungah ketika mendapati Kepala Disdag Solo Subagiyo di dalam forum tersebut menyampaikan komitmen atau janji akan menindaklanjuti usulan PKL untuk mengembalikan jam operasional CFD Jl. Ir. Juanda.

Tapi sayang, selama dua kali penyelenggaraan CFD terakhir yakni pada 9 dan 16 September 2018, PKL masih saja mendapati kendaraan bermotor bisa masuk Jl. Ir. Juanda pada pukul 08.00 WIB. Dia menuntut pejabat Disdag segera merealisasikan janji untuk mengembalikan jam operasional CFD Jl. Ir. Juanda setelah kedatangan PKL Sunday Market.

“Waktu itu [saat rapat] Pak Subagiyo berjanji akan menindaklanjuti pengembalian jam operasonal CFD Jl. Ir. Juanda sampai pukul 09.00 WIB. Kami berharap hal itu benar-benar direalisasikan sekarang. Meski tidak terlalu banyak, jumlah PKL di CFD Jl. Ir. Juanda sudah semakin banyak. Ini para PKL mengeluh jam jualan cuma sebentar. Mereka bertanya kapan CFD jadi dibuka lagi hingga pukul 09.00 WIB?” kata Agus kepada solopos.com, Minggu (16/9/2018).

Berdasarkan informasi yang dia peroleh, Agus menyebut, Pemkot pada 2017 lalu mengubah jam operasional CFD Jl. Ir. Juanda karena menganggap CFD Jl. Ir. Juanda sepi. Dia tak menampik hal tersebut. Agus menyebut, pada tahun lalu jumlah PKL masih di bawah angka 100 orang.

Namun sekarang kondisinya lain. Pengurus Paguyuban mencatat jumlah PKL yang rutin berjualan di area CFD Jl. Ir. Juanda lebih dari 100 orang. Jumlah itu belum termasuk PKL dari Sunday Market yang belum mendaftarkan diri sebagai anggota paguyuban dan PKL musiman yang tidak mesti berjualan setiap Minggu pagi di area CFD.

“Pekan lalu saya melihat jumlah PKL baru ada 20-an. Beberapa di antaranya mengaku pindahan dari Manahan [Sunday Market]. Untuk pekan ini, jumlah PKL baru lebih sedikit. Saya melihat hanya ada 10 PKL baru yang berjualan. Tidak tahu pekan depan seperti apa. Yang jelas kemungkinan besar jumlah PKL naik. Jadi CFD Juanda tak sepi lagi,” ujar Agus.

Saat dimintai konfirmasi, Kepala Disdag Solo, Subagiyo, mengakui jika dirinya sempat menyampaikan komitmen untuk merealisasikan usulan PKL CFD Jl. Ir. Juanda agar kendaraan bermotor dilarang keras melintasi area CFD sebelum pukul 09.00 WIB setiap Minggu.

Dia menyampaikan, Disdag belum bisa merealisasikan hal tersebut hingga sekarang karena perlu koordinasi lebih lanjut dengan instasi terkait seperti Dinas Perhubungan (Dishub) Solo dan Pemerintah Kelurahan Pucangsawit.

“Jl. Ir. Juanda kan jalan protokol. Jadi semua pihak perlu memaklumi hal itu. Untuk bisa konsisten CFD Jl. Ir. Juanda buka sampai pukul 09.00 WIB, kami perlu koordinasi lebih lanjut dengan Dishub dan pemerintah wilayah. Kami tentu upayakan sesegera mungkin dapat hasilnya,” jelas Subagiyo lewat sambungan telepon.