Puluhan Anak SD di Wonogiri Tak Lanjutkan Sekolah, Ini Langkah Bupati Jekek

Ilustrasi siswa SD. (Dok)
18 September 2018 20:14 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Sebanyak 29 anak lulusan SD tahun ajaran 2017/2018 di Kismantoro, Wonogiri tak melanjutkan sekolah. Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, pun turun tangan mengatasi masalah tersebut.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Selasa (18/9/2019), anak yang tak melanjutkan sekolah dan para orang tua dikumpulkan di Balai Desa Miri, Kismantoro, Selasa.

Hadir pada kesempatan itu jajaran forum pimpinan kecamatan (forkopimcam), para kepala SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), unsur TNI, dan Anggota DPRD. Bupati memberi pemahaman kepada orang tua siswa pentingnya anak bersekolah.

Camat Kismantoro, Joko Purwidyatmo, mengatakan 29 anak yang tak melanjutkan sekolah akhirnya bakal bersekolah di SMP negeri dalam waktu dekat. Bupati telah memberi solusi atas masalah yang para orang tua hadapi.

Menurut Camat, ada beberapa faktor yang menyebabkan mereka tak melanjutkan sekolah, seperti anak tak bersedia sekolah. Pada sisi lain orang tua kurang kuat mendorong anak agar bersedia bersekolah. Alhasil, orang tua hanya menuruti kemauan anak.

Beli Tas dan Sepatu

Faktor lainnya masalah ekonomi. Para orang tua mengetahui bahwa sekolah di SMP/MTs swasta atau negeri mulai tahun ajaran 2018/2019 gratis.

Namun, mereka tetap tak mampu menyekolahkan anak karena tak kuasa memenuhi kebutuhan lain, seperti membeli tas, sepatu, seragam, dan buku tulis.

“Pada pertemuan tadi Pak Bupati secara pribadi akan mengaver kebutuhan personal anak agar orang tua bisa membelikan sepatu, tas, seragam, dan alat-alat lainnya,” kata Camat .

Camat mencatat sebelumnya ada 109 anak lulusan SD tahun ajaran 2017/2018 tak melanjutkan sekolah. Hal itu diketahui setelah Camat berinisiatif menelusuri jumlah lulusan SD yang melanjutkan sekolah, setelah penerimaan peserta diri baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019 rampung digelar.

Dia melakukannya karena ingin menyukseskan program prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab), yakni Program Sekolah Gratis. Berdasar penelusuran terdapat 501 anak lulusan SD sederajat. Sebanyak 380 anak melanjutkan ke SMP sederajat di Kismantoro dan 12 anak bersekolah di Purwantoro.

Program Keluarga Harapan

Selebihnya, yakni 109 anak tak melanjutkan sekolah. Mereka berasal dari delapan desa dan dua kelurahan. “Atas kondisi itu saya berupaya bagaimana caranya agar mereka bisa sekolah. Saya bekerja sama dengan para kepala sekolah, kepala desa, pendamping PKH [Program Keluarga Harapan], dan TKSK [Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan], untuk mendorong mereka agar bersekolah,” ulas Camat.

Atas upaya itu sebanyak 75 anak akhirnya bersedia sekolah. Sebanyak 34 siswa lainnya belum bersedia sekolah. Sebanyak 29 anak dari Kismantoro dan lima dari Jatiroto yang bertempat tinggal di perbatasan Jatiroto-Kismantoro.

“Saya senang sekali akhirnya 29 anak dari Kismantoro bakal sekolah. Untuk lima anak dari Jatiroto akan diupayakan Bupati supaya bisa sekolah juga,” ucap Joko.

Kepala Disdikbud Wonogiri, Siswanto, tak menampik masih banyak lulusan SD tahun ajaran 2017/2018 yang tak melanjutkan sekolah. Dia mencatat di Ngadirojo terdapat 6 anak, Girimarto 11 anak, dan Jatiroto 4 anak. Setelah pihaknya melakukan langkah, masalah tersebut bisa teratasi. Mereka bisa melanjutkan sekolah di SMP negeri.

Siswanto akan menginstruksikan Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan menyisir seluruh kecamatan untuk mendata anak lulusan SD yang tak melanjutkan sekolah.