Penerimaan CPNS: Solo Tak Dapat Kuota Khusus Honorer K2

Alur pendaftaran CPNS 2018 (Setkab.go.id)
19 September 2018 11:20 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Kota Solo mendapatkan kuota penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) sebanyak 461 lowongan untuk tiga bidang, yakni kesehatan, pendidikan, dan tenaga teknis. Ujian akan dilaksanakan di Kabupaten Sragen.

Di sisi lain, Solo tidak mendapat kuota khusus untuk tenaga honorer kategori II (K2). “Kami masih menunggu jadwal pelaksanaan ujiannya. Yang jelas untuk Solo mendapatkan kuota 461 formasi,” kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Solo Rakhmat Sutomo ketika dijumpai wartawan di kantornya, Selasa (18/9/2018).

Kuota penerimaan CPNS 2018 lebih sedikit dibandingkan permohonan yang diajukan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), yakni 694 lowongan.

Hal itu sesuai dengan hasil koordinasi terakhir dengan Kantor Regional I Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Yogyakarta belum lama ini. Perincian 461 lowongan itu yakni guru (224 lowongan), tenaga kesehatan (195 lowongan), serta tenaga teknis (42 lowongan).

Lowongan tenaga guru dibagi menjadi beberapa bidang, di antaranya pendidikan guru sekolah dasar (SD), guru agama Islam, guru agama Kristen, guru agama Katholik, guru PPKN, guru bahasa Inggris, serta guru Matematika.

Selain itu guru Olahraga, guru Teknologi Informatika dan Komputer (TIK), dan guru bimbingan konseling. Sedangkan lowongan tenaga kesehatan di antaranya dokter umum dan dokter gigi baik puskesmas maupun rumah sakit umum daerah (RSUD) Solo, dokter spesialis, apoteker dan asisten apoteker, serta bidan.

Untuk tenaga teknis lowongan yang dibuka di antaranya bidang perhubungan, tenaga teknis bidang perumahan dan permukiman, jembatan dan jalan. Detail formasi bisa dilihat melalui laman SSCN.BKN.go.id.

Di Jawa Tengah, ada empat lokasi pelaksanaan ujian CPNS, yakni Sragen, Semarang, Magelang, dan Banyumas. Ujian untuk peserta seleksi CPNS Solo di Kabupaten Sragen.

“Pelaksanaan CASN akan memakai sistem Computers Assisted Test [CAT] sehingga terpantau dengan sistem komputerisasi,” katanya.

Ditanya soal kuota khusus untuk tenaga honorer K2, Rakhmat mengatakan Solo tidak mendapatkan kuota tersebut. Merujuk persyaratan sesuai Pasal 23 ayat (1) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017, usia pelamar paling rendah 18 tahun dan paling tinggi 35 tahun pada saat melamar.

“Hampir semua tenaga honorer K2 usia di atas 35 tahun,” katanya.

Tak hanya kuota tenaga honorer K2, Pemkot juga tak mendapatkan kuota khusus untuk mengangkat 85 pemain wayang orang sebagai ASN. Permohonan tersebut tidak direstui oleh pemerintah pusat.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan usia menjadi alasan mereka tidak diterima. Menurutnya, hal itu tidak dapat diterima.

"Mereka itu statusnya seperti peraih medali dalam ajang olahraga. Hanya saja beda bidang. Mereka bergelut di bidang kesenian dan kebudayaan," katanya.

Dia mengatakan pemain wayang di GWO rata-rata sudah berusia lanjut. Mereka bekerja setiap hari tanpa mengenal hari libur dengan gaji sesuai upah minimum kota (UMK).

Hal itu dianggap sebagai sebuah dedikasi yang tidak bisa dilakukan orang lain. “Saya mohon kepada Menpan agar memprioritaskan 85 pemain wayang orang. Bayangkan mereka dandan setiap hari sampai malam. Ada yang mau?” katanya.

Rudy menyebut hingga saat ini belum ada generasi penerus yang bersedia menggantikan posisi pemain wayang orang Sriwedari. Mereka yang bermain sebagai wayang seluruhnya sudah berusia lanjut.

Jika pun diangkat sebagai ASN maka tinggal menyelesaikan masa pensiunnya datang. Hal itu juga menjadi pertimbangan untuk memberikan perhatian kepada pegiat seni dan budaya.

“Saya tahu kebutuhan ASN di bidang lain juga banyak, tetapi saya ingin memprioritaskan untuk pekerja seni di GWO dan bidang pendidikan,” katanya.