Rumah Ludes Terbakar, Ini Yang Disesali Eks Pelaksana Humas UNS Solo

Warga melihat tiga rumah milik Sunardiono, dan Parjo yang habis terbakar di Widororejo, RT 001/RW 001, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, Rabu (19/9 - 2018). Api dengan cepat melalap dua rumah yang berdekatan tersebut. (Solopos - Nicolous Irawan)
19 September 2018 20:30 WIB Iskandar Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO—Kebakaran rumah yang menimpa eks pelaksana humas Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Sunardiono alias Londo Ireng, 60, di Kampung Widororejo, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, Rabu (19/9/2018), ternyata menyimpan penyesalan dari pemilik rumah.

Londo Ireng mengaku menyesal sekali dengan bencana yang menimpa dirinya. Hal ini dikarenakan sejumlah dokumen penting di antaranya tentang buku-buku dan foto-foto berdirinya UNS Solo dan perguruan tinggi lainnya di Solo.

Menurut dia, dokumen-dokumen tersebut tak ternilai harganya. “Padahal dokumen-dokumen itu baru saya pilihi dan akan saya bawa ke Museum UNS. Tapi karena terbakar semua ya sudah,” ujar dia kepada wartawan, Rabu. Selain milik Londo Ireng, api juga menghanguskan rumah milik Suparjo, 67, yang juga tetangga dekat Londo Ireng. Kerugian ditaksir sekitar Rp150 juta.

Londo Ireng menceritakan sebenarnya kebakaran bermula dari rumah tetangganya yang berdekatan yaitu rumah milik Suparjo. Namun, karena ketika itu yang ada di rumah Suparjo hanya cucunya yaitu Brian, Suparjo sedang mengambil sampah dan istrinya sedang takziah, Brian semula sedang nonton siaran televisi langsung berteriak meminta tolong tetangga.

Tapi, api yang diduga berasal dari dapur itu dengan cepat membesar, warga yang membantu dengan peralatan seadanya kewalahan. Warga kemudian berinisiatif menghubungi pemadam kebakaran.

Tak lama kemudian mobil pemadam kebakaran dari Solo, Sukoharjo, dan Boyolali mulai datang ke lokasi. Karena angin kencang, api yang semula berasal dari rumah Suparjo juga menyambar rumah Londo Ireng hingga ludes.

Sementara itu, salah satu putra Suparjo, Talup, mengatakan akibat kejadian itu sepeda motor Honda Vario dan uang tunai Rp1 juta ludes terbakar. “Saya tadi pas kejadian juga tidak ada di rumah,” ujar dia.

Menurut dia, cepatnya api melalap kedua rumah diduga akibat banyaknya barang-barang rongsok yang mudah terbakar. Sebenarnya Talup hendak membersihkan sejumlah barang rongsok yang ada di rumahnya. Namun, niat belum terlaksana sudah kedahuluan dilalap api.

Kapolsek Kartasura, AKP Sarwoko mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, membenarkan kejadian itu. Dia menjelaskan akibat kebakaran ini Suparjo kehilangan surat pendaftaran haji, sepeda onthel, tiga unit televisi, enam almari, sebuah mesin jahit, sertifikat tanah, dan sebagainya.

Sedangkan Talup sepeda motor Tossa roda tiga miliknya terbakar bersama Honda Vario dan surat-surat lainnya.