Transportasi Solo: 2 Koperasi Berebut 30 Feeder Baru BST

Angkutan pengumpan (feeder) Batik Solo Trans (BST). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
20 September 2018 12:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pengurus koperasi Trans Roda Sejati (TRS) maupun Bersama Satu Tujuan (BST) sama-sama berhasrat ingin memperoleh tanggung jawab mengelola angkutan pengumpan (feeder) baru dari Dinas Perhubungan (Dishub) Solo.

Alasannya, penggunaan armada feeder Batik Solo Trans (BST) tersebut lebih diminati masyarakat ketimbang mobil angkuta kuning lawas.

Ketua Koperasi TRS, Triyono, mengusulkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo agar mengoperasikan semua feeder baru di koridor yang dikelola koperasi TRS. Dia menilai koperasi TRS berhak mendapatkan hak atas pengelolaan semua feeder mengingat jumlah anggota TRS jauh lebih banyak ketimbang koperasi BST.

Jumlah anggota Koperasi TRS kini diklaim mencapai 250 orang lebih. Mereka melayani penumpang di tujuh koridor, yakni 9, 10, 11, 12, 14, 15, dan 16.

“Koperasi TRS yang mengelola tujuh koridor baru mendapatkan 40 feeder. Sementara koperasi BST yang mengelola 2 koridor sudah dapat 40 juga. Seharusnya pendistribusian feeder ini menggunakan asas pemerataan. Jadi semua koridor biar merasakan dulu melayani dengan feeder,” kata Triyono saat diwawancarai Solopos.com, Rabu (19/9/2018).

Bendahara Koperasi BST, Aryadi, mengusulkan kepada Dishub agar tetap membagi tanggung jawab pengelolaan feeder baru kepada koperasi BST. Lagi pula, kata dia, Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo saat hadir dalam pembagian feeder tahap pertama pernah menyampaikan feeder baru mesti dibagi ke dua koperasi.

Koperasi BST masih membutuhkan sedikitnya 30 feeder tambahan untuk melengkapi pelayanan transporasi umum di koridor 8 dan 13. Dia tak menampik jika pengurus BST menginginkan tambahan armada feeder untuk mendongkrak jumlah penumpang. Armada feeder dinilai lebih diminati ketimbang angkuta lama.

“Dari awal Pak Wali sudah mengintruksikan kalau armada baru datang dibagi ke dua koperasi. Kami tahun ini tetap mengusulkan kepada Dishub agar menyerahkan kewenangan pengelolaan feeder baru ke BST. Kuota kami masih kurang banyak. Koridor 13 masih kurang 10-an feeder. Koridor 8 kurang 20-an feeder,” jelas Aryadi.

Kabid Angkutan Dishub Solo, Taufiq Muhammad, belum bisa memastikan 30 feeder baru bakal diberikan kepada Koperasi TRS, Koperasi BST, atau keduanya. Dishub bakal mengundang perwakilan kedua koperasi terlebih dahulu untuk merapatkan hal tersebut.

Dia ingin proses pembagian tanggung jawab pengelolaan feeder disepakati bersama agar tidak terjadi perselisihan di kemudian hari. Taufiq akan mengadakan pertemuan dengan perwakilan koperasi angkutan sesegera mungkin. Dia menargetkan 30 feeder baru dioperasikan pada Oktober atau November mendatang.