Dibuka Desember, Ini Harga Tiket Masuk Kolam Keceh TSTJ Solo

Peletakan batu pertama kolam keceh di kompleks TSTJ Solo, Kamis (6/9 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
20 September 2018 16:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Perusahaan Daerah (Perusda) Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo bersepakat dengan Universitas Tunas Pembangunan (UTP) menetapkan tarif masuk pengunjung wahana wisata kolam keceh senilai Rp10.000/orang pada hari kerja dan Rp15.000/orang pada akhir pekan.

Direktur Perusda TSTJ Solo, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, mengatakan proses pembangunan kolam keceh di lahan komersial TSTJ seluas 3.500 meter persegi bakal ditangani langsung oleh UTP selaku investor.

Proses pembangunan wahana wisata baru di TSTJ tersebut ditarget rampung pertengahan Desember sehingga mulai 22 Desember 2018 bisa mulai dibuka untuk umum. Bimo meyakini keberadaan kolam keceh akanmampu mendongkrak kunjungan wisawatan di TSTJ yang juga disebut Solo Zoo.

“Kami punya target pengunjung TSTJ untuk tahun pertama keberadaan kolam keceh bisa naik 200.000 orang. Jadi kami berharap total jumlah pengunjung TSTJ pada periode Desember 2018-Desember 2019 mencapai 500.000 orang,” kata Bimo saat ditemui Solopos.com saat acara peletakan batu pertama pembangunan kolam keceh di TSTJ, belum lama ini.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, peletakan batu pertama pembangunan kolam keceh di TSTJ bukan hanya dilakukan Bimo, melainkan juga beberapa olang lain seperti Wakil Wali (Wawali) Kota Solo Achmad Purnomo, Rektor UTP Solo Tresna Priyana Soemardi, hingga Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Solo Said Ramadhan, dan Asisten Administrasi Umum Setda Solo Eny Tyazni Suzana.

Prosesi peletakan baru pertama tersebut disaksikan puluhan orang tamu undangan dari TSTJ, UTP, maupun Pemkot Solo. Rektor UTP Solo, Tresna Priyana Soemantri, mengungkapkan alasan UTP menanamkan investasi pembangunan kolam keceh di TSTJ yakni karena menimbang kebermanfaatannya bagi masyarakat khususnya anak-anak.

Keberadaaan kolam keceh juga dapat dimanfaatkan civitas academica UTP untuk kegiatan tri darma perguruan tinggi penelitian, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Dia menyebut kolam keceh bisa menjadi labschool atau teaching industry UPT yang relevan dengan kebutuan masyarakat.

“Kolam keceh TSTJ merupakan wahana destinasi wisata yang dibutuhkan anak-anak untuk bereksplorasi mengenali lingkungan. Sejak dalam kandungan anak-anak diketahui sudah sangat terbiasa dengan lingkungan air, yakni dalam kandungan sang ibu. Semoga dengan kemitraan usaha UTP-TSTJ dapat berdampak luas bagi masyarakat khususnya para generasi usia dini dan keluarga-keluarga di Solo,” jelas Tresna.

Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, mengapresiasi kerja sama UTP dan TSTJ dalam pembangunan kolam keceh. Dia meyakini, keberadaan wisata baru tersebut bakal mendongkrak kunjungan wisatawan ke Kota Bengawan.

Purnomo mengatakan jika terus berbenah diri, bukan tidak mungkin TSTJ bakal menjadi destinasi utama atau rujukan di Jawa Tengah (Jateng). Dia pun berharap datang bantuan dari pemerintah pusat maupun investor untuk membenahi TSTJ sesuai dengan grand design revitalsiasi yang disusun perwakilan dari perhimpunan kebun binatang se-Indonesia (PKBSI), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan SEAZA atau perhimpunan kebun binatang se-Asia Tenggara.