Pencurian Sukoharjo: Komplotan Garong Dibekuk, 2 Di Antaranya Ayah-Anak

Rilis kasus pencurian dengan pemberatan di Ruang Panjura, Mapolres Sukoharjo, Kamis (20/9 - 2018). (Solopos/Trianto Hery Suryono)
20 September 2018 17:15 WIB Trianto Heri Suryono Sukoharjo Share :

Solopos,com, SUKOHARJO -- Tim Resmob Satreskrim Polres Sukoharjo menangkap empat anggota komplotan pencuri yang menggasak uang ratusan juta rupiah di salah satu toko wilayah Dukuh Kebakan, Desa Sapen, Kecamatan Mojolaban.

Dua dari empat orang yang ditangkap itu diketahui berstatus ayah dan anak. Mereka yakni Asih, 48, dan anaknya, Sidiq, 25, warga Desa Purworejo, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri. Sedangkan dua orang lainnya yakni Slamet, 50, warga Desa Tambakrejo, Kecamatan/Kabupaten Pemalang, dan Kasdi, 47, warga Desa Kerjo Lor, Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri.

Polisi masih mengejar satu orang lagi anggota komplotan tersebut berinisial Min, 50, warga Grobogan, Purwodadi. Komplotan tersebut menyatroni toko di Dukuh Kebakan pada 31 Juli 2018 malam dan menggasak uang tunai senilai Rp259,4 juta, dua unit DVR senilai Rp22 juta, dan barang elektronik lain senilai Rp20 juta.

Keempat anggota komplotan yang tertangkap belum lama itu masih diperiksa penyidik dan ditahan di Polres Sukoharjo. Selain menahan empat tersangka, penyidik mengamankan barang bukti berupa tiga obeng, satu sepeda motor, satu bor manual, satu grinda, satu senter, dan satu linggis.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi kepada wartawan di Ruang Panjura, Mapolres Sukoharjo, Kamis (20/9/2018), mengimbau pemilik usaha dan masyarakat tidak menaruh uang tunai di rumah maupun tempat usaha.

“Modus pelaku curat membobol tembok dan menggergaji brankas besi setelah berhasil dibawa keluar. Isi brankas berupa uang tunai senilai Rp259,408 juta. Uang kemudian dibagi-bagi kepada lima tersangka. Tersangka Asih dan Sidiq merupakan ayah dan anak,” ujarnya.

Kapolres juga meminta pemilik usaha tidak hanya memasang kunci gembok luar tetapi juga kunci pintu dalam. “Lima pelaku menggunakan dua sepeda motor saat beraksi tetapi baru satu sepeda motor yang dijadikan barang bukti. Kelima pelaku merupakan buruh bangunan di Masaran, Sragen, dan indekos bareng," lanjut Kapolres.

Ada tiga pelaku yang berperan utama dalam aksi pencurian tersebut yakni Asih dan Slamet dan Min (buron). Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, AKP Rifeld Conctantien Baba, saat mendampingi Kapolres, menambahkan empat tersangka ditangkap di tempat terpisah.

Satu tersangka dilumpuhkan dengan timah panas karena mencoba melarikan diri, yakni tersangka Asih. “Kejadian curat sudah lama, 31 Juli pukul 19.00 WIB tetapi keempat tersangka ditangkap belum lama ini. Tersangka Asih ditangkap di Wonogiri dan tersangka Slamet ditangkap di Sragen sedangkan tersangka Sidiq dan tersangka Kasdi ditangkap di Sukoharjo.”

Kasatreskrim menyatakan tersangka dijerat Pasal 363 ayat (1) ke-4 (e) dan ke-5 (e) KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

“Aksi curat berawal dari rembuk tersangka Asih dan tersangka Slamet di indekos wilayah Masaran, Sragen. Keduanya berboncengan naik sepeda motor mencari sasaran dan didapati toko di Sapen, Mojolaban. Keduanya kembali ke tempat indekos dan mengajak tiga tersangka lain. Kelima tersangka berboncengan sepeda motor menuju sasaran,” jelasnya

Keempat pelaku mengaku aksi yang dilakukan terinspirasi dari menonton film laga di televisi.