Gudang Pusbangnis UNS Solo Terbakar, Kerugian Rp50 juta

Petugas damkar berusaha memadamkan api di Lantai I Pusbangnis UNS Solo, Jumat (21/9 - 2018). (Istimewa/Humas Polsek Laweyan)
21 September 2018 14:35 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Ruangan gudang di Pusat Pengembangan Bisnis (Pusbangnis) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo di Jl. Slamet Riyadi, Pajang, Laweyan, terbakar pada Jumat (21/9/2018) pagi. Kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir senilai Rp50 juta.

Informasi dihimpun Solopos.com, kebakaran diketahui pukul 03.30 WIB saat petugas keamanan sedang berpatroli di lantai I gedung Pusbangnis UNS. Petugas itu mendengar percikan api di dalam ruangan berisi baterai dan bahan-bahan kimia.

Tak lama kemudian keluar banyak asap dan api di dalam gedung ternyata sudah membesar. Petugas keamanan tersebut bergegas melaporkan kejadian itu ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Solo dan Polsek Laweyan.

Lima unit mobil damkar tiba di lokasi kejadian untuk memadamkan api. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 04.00 WIB. Tidak ada Korban jiwa dalam peristiwa ini.

“Kami menerima laporan kebakaran dari petugas kemananan Pusbangnis UNS dan langsung menuju lokasi kejadian. Anggota Polsek bersama petugas keamanan menyelamatkan barang-barang di dalam," ujar Kapolsek Laweyan, Kompol Ari Sumarwono, mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo, saat ditemui wartawan di lokasi kejadian, Jumat.

Ari mengungkapkan bahan kimia, baterai, alat elektronik, dan plafon di dalam ruangan lantai I Pusbangnis UNS hangus. Polsek memeriksa dua saksi dari petugas keamanan Pusbangnis UNS.

“Kami langsung melakukan olah TKP [tempat kejadian perkara] dan hasilnya penyebab kebakaran adalah akibat korsleting listrik. Setelah api bisa dipadamkan petugas dari UNS melakukan inventarisasi barang-barang yang terbakar,” kata dia.

Ia menjelaskan menurut keterangan saksi, lokasi kebakaran itu biasanya digunakan sebagai pusat pengembangan bisnis UNS di bidang praktikum pembuatan baterai lithium. Lokasi kebakaran itu kali terakhir digunakan mahasiswa pada Kamis pukul 18.00 WIB.

Kepala Bagian Humas UNS Andre Rahmanto memastikan kebakaran disebabkan karena korsleting listrik. Inventarisasi sudah selesai dilakukan dan kerugian akibat kejadian ini seniai Rp50 juta.

Lokasi yang terbakar bukan ruang praktik, tetapi gudang berisi alat praktik dan barang-barang elektronik inventaris Pusbangnis UNS. “Kami pastikan kejadian ini tidak mengganggu aktivitas mahasiswa berkuliah di Pusbangnis UNS,” kata dia.