Tak Cuma Dapat Diskon, KIA di Solo Sekaligus Jadi Tabungan Anak

ilustrasi kartu identitas anak. (Solopos/Dok)
22 September 2018 17:30 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menjadikan Kartu Identitas Anak (KIA) sekaligus sebagai tabungan anak. Program tabungan anak yang dikombinasikan dengan KIA rencananya diluncurkan pada 28 Oktober 2018, bersamaan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Solo Suwarto mengatakan program ini diujicobakan di sejumlah sekolah, bekerja sama dengan perbankan.

“Seluruh pemegang KIA di Solo kedepan secara otomatis memperoleh tabungan hasil akumulasi diskon belanja di merchant mitra Pemkot,” kata dia ketika dijumpai wartawan di Balai Kota Solo, Jumat (21/9/2018).

Tabungan tersebut dapat dicairkan setelah anak bersangkutan berusia 17 tahun, dengan proyeksi dapat dimanfaatkan untuk menambah biaya masuk ke perguruan tinggi. Selama ini, KIA selain berfungsi sebagai dokumen kependudukan bagi anak, juga dapat dimanfaatkan sebagai kartu diskon.

Kartu diskon dapat digunakan saat berbelanja, berwisata, dan lainnya pada merchant tertentu yang telah menjalin kerja sama dengan Pemkot Solo. Sedangkan besaran dikson bervariasi sesuai kebijakan masing-masing mitra kerja, yakni mulai 10 hingga 50 persen.

Diskon tersebut nantinya akan diakumulasikan ke dalam tabungan anak, melalui mekanisme yang dipersiapkan pihak perbankan.

“Jadi jika semula orang tua anak membayar barang yang dibeli sejumlah nominal setelah dikurangi diskon, nantinya nominal yang harus dibayarkan sesuai dengan harga umum. Sedangkan diskon, yang menjadi hak anak, diakumulasikan ke dalam buku tabungan," jelas Suwarta.

Secara teknis, tambahnya, perbankan telah mempersiapkan sistem pembayaran serta transfer ke tabungan dengan menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC) yang ditempatkan pada kasir merchant mitra KIA.

Hanya saja, pemanfaatan mesin EDC hanya bisa dilakukan jika pembayaran dilakukan secara nontunai. Sedangkan untuk pembayaran tunai, transfer diskon ke tabungan masing-masing anak menggunakan sistem manual lewat pemberitahuan antara bank dengan merchant.

Hingga saat ini, jumlah merchant mitra KIA ada 57 unit, bergerak dalam berbagai bidang, seperti toko buku, wahana permainan, sanggar tari dan musik, toko busana, dan sebagainya.

Ke depan, jumlah mitra KIA akan diperluas, termasuk merchant penyedia kebutuhan bayi, sehingga akumulasi tabungan dapat dihimpun sejak masa bayi hingga usia 17 tahun. Saat ini, Suwarta mengatakan Dispendukcapil terus kebanjiran pemohon KIA.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo meminta Dispendukcapil terus melakukan upaya jemput bola untuk perekaman kepesertaan KIA. Langkah jemput bola dilakukan Dispendukcapil dengan menggandeng Dinas Pendidikan (Disdik) di Kota Solo.

“Sesuai Permendagri Nomor 2 Tahun 2016, seluruh anak sejak lahir hingga sebelum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), wajib memiliki KIA,” katanya.