Ditarget Zero Accident, Kecelakaan Solo Malah Naik Hampir 25%

Ilustrasi kecelakaan (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
24 September 2018 14:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Polresta Surakarta mencatat sejak Januari hingga 3 September 2018 telah terjadi 549 kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Kota Bengawan. Jumlah tersebut naik 24,9% dibanding tahun lalu dengan periode yang sama.

Meningkatnya angka lakalantas tahun ini tidak sejalan atau berbanding terbalik dengan misi Polresta Surakarta yang tengah mengupayakan Solo bisa zero accident atau tidak ada kecelakaan sama sekali.

Kasatlantas Polresta Surakarta, Kompol Imam Safii, menyebut kecelakaan lalu lintas di Solo terjadi karena beberapa faktor, di antaranya human error, seperti pengendara yang kurang berhati-hati, mengantuk atau kurang memperhatikan kesiapan fisik, kurang menghargai keberadaan pengendara lain, hingga sengaja lalai terhadap aturan rambu dan markah.

“Biasanya kecelakaan terjadi karena pengendara tidak sabaran. Beberapa dari mereka bahkan sampai nekat melawan arus. Ketika mengerem mendadak gagal, para pengendara yang terburu-buru itu akhirnya mengalami kecelakaan,” kata Imam saat ditemui wartawan di sela-sela mengahadiri acara peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-63 di area car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi depan Kantor Satlantas Polresta Surakarta, Minggu (23/9/2018) pagi.

Imam menyampaikan Polresta Surakarta selama ini rutin melaksanakan program pendidikan masyarakat lalu lintas (dikmaslantas). Personel Satlantas Polresta Surakarta mencoba hadir di tengah-tengah masyarakat untuk mengajak tertib berlalu lintas sebagai upaya mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Polresta juga menjalin kerja sama dengan instansi lain di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kota Bengawan. Dia mencontohkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Solo diharapkan bisa segera menandai dan memperbaiki jalan rusak.

Sedangkan Dinas Perhubungan (Dishub) Solo diharapkan bisa menggiatkan masyarakat memakai transportasi umum. “Kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah instansi di Pemkot. Telah disepakati para pemangku kepentingan sudah paham dengan tugas masing-masing, termasuk DKK yang mesti siap segera tiba di lokasi kecelakaan karena 10 menit pertama sangat penting untuk keselamatan korban,” terang Imam.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, menyebut menjadi harapan dalam peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-63 kali ini, Polresta bisa membuat Solo zero accident pada tahun-tahun berikutnya.

Namun, Polresta tentu akan kesulitan mencapai target tersebut jika tidak didukung oleh masyarakat. Ribut meminta kepada masyarakat agar lebih berhati-hati lagi dalam berkendara.

Masyarakat juga diminta untuk lebih patuh terhadap aturan lalu lintas. Dia menegaskan masyarakat sendiri yang akan dirugikan jika tidak mau memperhatikan pentingnya menjaga keselamatan lalu lintas.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, acara peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-63 oleh Polresta di area CFD diisi juga dengan kegiatan deklarasi Pemilu 2019 yang aman, damai, dan sejuk.

Salah seorang personel Polresta mengajak masyarakat yang tengah beraktivitas di sekitar Kantor Satlantas untuk menirukan perkataan deklarasi Pemilu 2019.

“Kebetulan karena tanggal 23 September ini memasuki masa kampenye, kami deklarasi Pemilu 2019 harus aman, damai, dan sejuk. Harapan kami tidak lain Kota Solo bisa kondusif jelang dan saat Pemilu nanti,” tutur Kapolresta.

Berikut perbandingan jumah lakalantas di Solo 2017 dan 2018 (periode Januari-3 September)

Uraian20172018Persentase Kenaikan
Jumlah kejadian412549naik 24,9%
Jumlah korban meninggal4338turun 11,5%
Korban luka berat000
Korban luka  ringan421594naik 29%

Sumber: Satlantas Polresta Solo