Pemkot Solo Surati Jokowi Minta Pemain Wayang Orang Diangkat Jadi CPNS

Pertunjukan wayang orang di GWO Sriwedari Solo. (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
25 September 2018 23:05 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memperjuangkan nasib pemain wayang orang Sriwedari hingga ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pemkot mengirimkan surat permohonan pengangkatan pemain wayang orang sebagai aparatur sipil negara (ASN) ke Presiden.

Hal itu setelah nasib pengangkatan pemain wayang orang Sriwedari menjadi ASN kembali kandas di tengah jalan.

Kuota rekrutmen calon aparatur sipil negara (CASN) atau CPNS 2018 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan  Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB) hanya diperuntukkan bagi tiga posisi, yakni tenaga kesehatan, pendidikan dan tenaga teknis.

“Kami akan kirim surat ke Presiden sesuai dengan perintah Wali Kota untuk memperjuangkan nasib 85 pemain wayang orang,” kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Solo Rakhmat Sutomo ketika dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Selasa (25/9/2018).

Kemenpan dan RB, menurut Rakhmat, menolak pengajuan permohonan pengangkatan pemain wayang orang sebagai CASN dalam formasi 2018 ini, karena salah satu alasannya tidak memiliki sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi khusus untuk melakukan tes bakat wayang orang. 

Namun demikian Pemkot tidak tinggal diam. Pemkot tetap memperjuangkan nasib 85 pemain wayang orang dengan mengirim surat langsung ke Presiden. “Kami berharap agar pemain wayang orang Sriwedari dapat diangkat sebagai ASN melalui mekanisme khusus,” katanya.

Pemkot memiliki alasan tersendiri dalam memperjuangkan nasib pemain wayang orang sebagai ASN. Alasannya, para pemain wayang orang telah mengabdikan diri kepada negara dalam bidang seni budaya. Sehingga mereka mestinya diperlakukan sama seperti atlet yang mendapatkan medali emas saat Asian Games.

“Mereka ini aset bangsa yang jumlah penerusnya tidak banyak. Jadi harusnya disamakan dengan atlet. Bedanya mereka berprestasi dalam seni dan budaya,” katanya.

Terkait batasan usia penerimaan CASN maksimal 35 tahun, Rakhmat meminta ada perlakuan khusus. Pemkot pun akan memperjuangkan terkait persoalan umur tersebut.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo sebelumnya meminta Kemenpan dan RB memprioritaskan pemain wayang orang sebagai CASN. Utamanya bagi pemain wayang orang yang usianya sudah mendekati masa pensiun.

Rudy sapaan akrabnya meminta Kemenpan dan RB tidak menerapkan persyaratan usia maksimal 35 tahun dan tes seleksi CASN bagi pemain wayang orang.

“Mereka itu statusnya seperti peraih medali emas dalam ajang olahraga. Hanya saja beda bidang. Mereka bergelut di bidang kesenian dan kebudayaan," katanya.

Pemain wayang orang merupakan pahlawan yang turut menjaga kehormatan bangsa. Mereka melalui seni menjaga warisan budaya bangsa. “Bayangkan mereka dandan setiap hari sampai malam. Ada yang mau?” katanya.

Rudy menyebut hingga saat ini belum ada generasi penerus yang bersedia menggantikan posisi pemain wayang orang Sriwedari. Mereka yang bermain sebagai wayang seluruhnya sudah berusia lanjut. Jika pun diangkat sebagai ASN maka tinggal menunggu masa pensiunnya datang.

Hal itu juga menjadi pertimbangan untuk memberikan perhatian kepada pegiat seni dan budaya. “Saya tahu kebutuhan ASN di bidang lain juga banyak, tetapi saya ingin memrioritaskan untuk pekerja seni di GWO dan bidang pendidikan,” katanya.