Pansel akan Tanyai Tetangga soal Keseharian Calon Sekda

Peserta seleksi terbuka sekretaris daerah (sekda) Kota Solo mengerjakan soal saat uji kompetensi seleksi terbuka di Hotel Sahid Jaya, Solo, Selasa (25/9/2018). - Nicolous Irawan
25 September 2018 21:02 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Rekam jejak akan menjadi penentu nilai akhir dalam seleksi sekda. Ketua pansel, Anwar Hamdani, mengatakan penelusuran rekam jejak diperlukan untuk mengukur kualitas dan kuantitas calon.

 “Kami akan cek ke tempat tugas calon yang dulu dan sekarang. Juga para tetangga di sekitar rumah untuk mencari track record kandidat,” katanya ketika dijumpai wartawan saat pembukaan uji kompetensi seleksi sekda di Hotel Sahid Jaya Solo, Selasa (25/9/2019).

Dalam menelusuri rekam jejak, pansel akan merahasiakan jadwal kunjungan. Mereka datang dan mencari tahu keseharian para kandidat di mata orang-orang sekitarnya. Tahap penelusuran rekam jejak dirasakan cukup penting karena bisa menambah nilai. Tujuannya, untuk melihat kualitas pekerjaan yang pernah dilakukan, kemudian juga bisa dilihat dari tingkat hubungan kerja sama antarpegawai dan berbagai pertimbangan lain.

“Kalau rekam jejak itu sifatnya rahasia, kemudian juga kami akan konfirmasikan juga dengan Inspektorat untuk mencari tahu apakah selama dua tahun terakhir ini ada pelanggaran disiplin atau masalah moralitas,” ujar Anwar.

Selain tempat kerja, penelusuran rekam jejak calon dilakukan ke lingkungan rumah kandidat. Hal ini bertujuan melihat kepedulian terhadap tetangga. Tahapan ini akan dilakukan setelah para calon mengikuti wawancara akhir.

Saat ini, dia menjelaskan tahapan seleksi sekda baru memasuki uji kompentensi. Uji kompetensi ini meliputi uji kompetensi manajerial serta uji penguasaan bidang termasuk tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sebagai sekda. Pansel menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk menyelenggarakan uji kompetensi tersebut.