Banyak Ikan Mati di Jembatan Lama Nguter Sukoharjo, Keracunan?

Camat Nguter, Sukoharjo, Sumarno, meninjau lokasi pembuangan limbah air dan ikan mati di bawah jembatan lama Nguter, Sukoharjo, Rabu (26/9 - 2018). (Solopos/Trianto Hery Suryono)
26 September 2018 15:15 WIB Trianto Heri Suryono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Masyarakat Desa/Kecamatan Nguter, Sukoharjo, dikejutkan dengan banyaknya ikan mati dan mengumpul di bawah jembatan lama aliran Sungai Bengawan Solo (SBS), Rabu (26/9/2018).

Warga menduga ikan-ikan itu mati karena keracunan limbah dari PT Rayon Utama Makmur (RUM) yang dibuang ke sungai melalui pipa. Sebagian ikan-ikan itu diambil warga dan dikumpulkan di tanah kosong di bawah jembatan penghubung Desa Nguter dengan Desa Nambangan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, itu.

Hal itu mengundang perhatian warga yang ingin menonton, termasuk para pengguna jalan yang melintas di jembatan. Informasi yang dihimpun Solopos.com, Rabu, fenomena banyaknya ikan mati terjadi sejak Selasa (25/9/2018).

"Kematian ikan-ikan sudah sejak kemarin [Selasa]. Orang LSM [Lembaga Swadaya Masyarakat] kemarin sudah memotret dan melihat warga mengumpulkan ikan-ikan mati," ujar seorang warga, Bambang, kepada Solopos.com di lokasi.

Warga Nguter lainnya, Ito, mengaku tahu soal kematian ikan sejak Selasa malam. Dia tak mengetahui penyebab kematian ikan tersebut tetapi menurutnya kematian ikan terjadi semenjak ada perpipaan yang diduga dari PT RUM.

Air dari pipa mengandung buih dan berwarna. Ito mengaku pada Rabu sekitar pukul 02.00 WIB sempat mengambil sempel air dari pipa dan sekitar pukul 09.45 WIB mengambil lagi air. Air tersebut dimasukkan ke dalam dua botol air mineral ukuran satu liter.

Dia mengatakan saat mengambil air kali pertama pada Selasa, kulit tangannya sempat mengelupas. Namun, saat mengambil air kali kedua kulitnya tidak lagi mengelupas.

"Ada bau seperti kopi saat air keluar dari perpipaan. Baunya tidak menyengat. Warga tidak ingin ikan mati. Kasihan pemerintah karena terkadang menebar ikan di sungai untuk kebutuhan masyarakat," katanya.

Camat Nguter, Sumarno, bersama anggota Polsek Nguter juga telah mengecek ke lokasi penemuan ikan mati di bawah jembatan lama Nguter. "Kami berharap keluhan warga ditanggapi PT RUM. PT RUM juga hendaknya memenuhi ketentuan dari Bupati saat pemberian sanksi penghentian operasional beberapa bulan lalu."

Surat Keputusan Bupati Sukoharjo Nomor: 660.1/207 Tahun 2018 mensyaratkan tiga hal yang harus dipenuhi PT RUM. Tiga hal itu pertama pemasangan mesin kendali bau gas, Wet Scrubber; kedua pemasangan alat berbasis komputer yang memantau secara terus menerus keluaran gas di cerobong dan ketiga, pipanisasi hasil olahan limbah cair sesuai baku mutu.

Sementara itu, Sekretaris PT RUM, Bintoro Dibyoseputro, menjawab pesan Whatsapp yang dikirim Solopos.com, menyatakan pada Rabu pagi menerima laporan ikan mati namun tempat kejadian yang dilaporkan bukan di tempat langganan insiden sekitar jembatan.

Dia mengklaim pipanisasi sudah dilakukan untuk mengalirkan air hasil olahan limbah pabrik. "Air sudah jernih sesuai ketentuan baku mutu. Siapa saja bisa mengecek kualitas air ini setiap saat."

Dia berharap permesinan PT RUM khusus untuk mengolah limbah cair dan gas bisa berfungsi optimal.