Rempala Boyolali Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Merbabu di Thekelan Semarang

Kebakaran Hutan Merbabu wilayah Thekelan Kabupaten Semarang, Minggu (14/10/2018) sore. (Istimewa - Dok Rempala Boyolali)
15 Oktober 2018 17:55 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Relawan Merbabu dan Pecinta Alam (Rempala) Dukuh Wonolelo, Desa Ngagrong, Kecamatan Ampel, Boyolali, Senin (15/10/2018), berangkat menuju wilayah Thekelan di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, untuk membantu memadamkan api yang melalap hutan Gunung Merbabu.

Rempala Wonolelo bergabung bersama sejumlah sukarelawan lain dalam upaya menjinakkan api yang membakar hutan Merbabu sejak Minggu (14/10/2018) sore.

Koordinator Rempala, Joko Yuwono, mengatakan kebakaran hutan kembali terjadi di wilayah lereng Merbabu bagian barat laut di Thekelan dan Desa Wates, Kabupaten Semarang.

Anggota Rempala Boyolali dikirim ke lokasi kebakaran kebakaran hutan Merbabu di Thekelan, Kabupaten Semarang, Senin (15/10/2018). (Istimewa-Dok Rempala)

Foto: Anggota Rempala Boyolali dikirim ke Thekelan, Semarang, Senin (15/10/2018). (Istimewa/ Dok Rempala) 

Informasi yang dihimpun solopos.com, pada Minggu sekitar pukul 16.30 WIB terpantau adanya titik api di sisi barat gunung Merbabu. Petugas Taman Nasional Gunung (TNG) Merbabu telah melakukan pemadaman namun api yang besar sulit dilumpuhkan.

“TNG Merbabu meminta bantuan kepada instansi terkait, relawan, dan masyarakat untuk melakukan pemadaman api pada Senin,” ujar Joko kepada solopos.com, Senin pagi.

Meski demikian belum dapat dipastikan luas lahan dan penyebab kebakaran hutan tersebut.

Kebakaran hutan sebelumnya juga terjadi di wilayah Ampel, Boyolali, Jumat (12/10/2018) lalu. Warga yang mengetahui terjadinya kebakaran tersebut langsung menuju ke lokasi dan melakukan pemadaman dengan alat sederhana. Namun, angin yang berembus cukup kencang membuat api cepat menjalar di lokasi sekitarnya.

Hingga Senin ini meskipun api sudah berhasil dipadamkan, namun Joko belum dapat memastika padamnya bara api. Pihaknya tetap waspada dengan kemungkinan kebakaran hutan susulan.