KPK Kampanye Antikorupsi di Klaten

Pelajar SD mengikuti sosialisasi antikorupsi yang digelar di halaman Gedung Sunan Pandanaran Klaten, Selasa (16/10/2018). (Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
16 Oktober 2018 19:00 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Berseragam putih dan merah, anak-anak SD duduk bergerombol beralaskan karpet merah di bawah tenda yang berdiri di halaman Gedung Sunan Pandanaran, Selasa (16/10/2018) pagi. Didampingi pembimbing, anak-anak itu bermain kartu hingga board games.

Ada yang bergiliran memasuki bus berisi 10 komputer dan satu layar besar. Di dalam bus, mereka melihat film hingga bermain permainan di komputer. Semua permainan hingga film bertema sama, antikorupsi.

Di antara pelajar SD itu, ada lima pelajar asal SDIT Nurul Akbar Gergunung, Kecamatan Klaten Utara. Mereka sejenak beristirahat setelah mengikuti serangkaian permainan hingga dongeng. “Antikorupsi itu tidak mengambil hak orang lain. Jujur dan bertanggung jawab,” kata salah satu pelajar asal SDIT Nurul Akbar, Khalisa Gusti Salsabila, 10, saat berbincang dengan Solopos.com di sela istirahatnya.

Alina Febria Nanda, 10, pelajar SDIT Nurul Akbar lainnya pun menambahi soal contoh tindakan yang mencerminkan antikorupsi. “Yang jelas itu tidak mencontek. Ya pasti lah, mencontek itu salah,” katanya.

Khalisa dan Alina menjadi dua pelajar yang mengikuti sosialisasi, kampanye, hingga edukasi antikorupsi dari Komisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kegiatan itu menjadi rangkaian roadshow bus “Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi”.

Roadshow bus itu digelar di 11 kabupaten/kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Klaten menjadi salah satu kabupaten yang disinggahi rombongan dari KPK tersebut. “Kegiatan ini sudah dimulai pada 24 September lalu. Kami ingin menghadirkan KPK secara langsung untuk berinteraksi dengan masyarakat di daerah-daerah,” kata petugas fungsional dari Deputi Pencegahan KPK, Gumilar Pranawilaga.

Ada beragam aktivitas antikorupsi dalam roadshow di Klaten pada Selasa-Rabu (16-17/10/2018). Untuk pelajar, rangkaian kegiatan meliputi mendongeng, papan permainan, menonton film, hingga bermain game online bertema antikorupsi.

Untuk pejabat dan PNS juga bisa belajar tentang e-LHKPN melalui fasilitas bus. Ada juga sosialisasi tentang gratifikasi. Kami juga datang ke instansi-instansi misalnya besok [Rabu] ada kegiatan sosialisasi gratifikasi untuk anggota DPRD. Hari ini [Selasa] ada sosialisasi gratifikasi untuk guru dan kepala sekolah,” kata Gumilar.

Gumilar menjelaskan warga umum mengakses informasi yang ada dalam bus “Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi” selama roadshow. Selain itu, warga juga bisa melaporkan tindak pidana korupsi secara langsung ke KPK.

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, mengatakan roadshow menjadi salah satu program mengampanyekan antikorupsi. Ia menjelaskan anak usia TK hingga SD menjadi salah sasaran peserta kampanye agar mereka memiliki jiwa yang mengandung nilai-nilai antikorupsi.

Korupsi itu tidak harus berkaitan dengan tindak pidana. Ada nilai-nilai antikorupsi yang ditanamkan sejak dini seperti kejujuran, mandiri, serta bertanggung jawab. Jadi ada sembilan nilai antikorupsi,” katanya.