Pipa Limbah Pabrik Obat Tekstil Terhubung Saluran PDAM Solo, Kok Bisa?

ilustrasi air PDAM. (Solopos/Dok)
18 Oktober 2018 06:30 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Perumda Air Minum Toya Wening Solo menemukan air minum yang terdistribusi ke rumah warga RT 002, RT 003 dan RT 004/RW 012 Kelurahan Banyuanyar, Banjarsari, tercemar limbah sehingga berubah warna menjadi merah. Limbah itu berasal dari pabrik obat kimia tekstil PT Mahkota Citra Lestari. Bagaimana bisa?

Direktur Teknik Perumda Air Minum Toya Wening, Tri Atmojo Sukomulyo, memastikan limbah yang mencemari air Perumda Air Minum berasal dari operasional pabrik obat kimia tekstil PT Mahkota Citra Lestari yang terletak di Jl. Adi Soemarmo No. 257 RT 001/RW 012 Kelurahan Banyuanyar, Banjarsari. Ternyata, pipa pembuangan limbah pabrik itu terhubung dengan jaringan Perumda Air Minum.

"Setelah kami cek, pipa pembuangan mereka terkoneksi dengan pipa jaringan distribusi kami. Kami pun menanyakan kepada pemilik atau pengelola pabrik, ternyata benar. Mereka mengakui memasang pipa itu sejak dua pekan lalu atau sama persis dengan waktu munculnya keluhan air berubah merah dari pelanggan. Untuk masalah itu disengaja atau tidak, kami serahkan kepada polisi yang menentukan," kata Tri Atmojo, Rabu (17/10/2018).

Ketika mengecek pabrik PT Mahkota Citta Lestari, Rabu, Tri Atmojo menyampaikan pihaknya mendapati pabrik tersebut memanfaatkan air Perumda secara ilegal. Ketika pabrik tidak menghidupkan mesin pompa pembuangan limbah, secara otomatis air bertekanan di jaringan distribusi Perumda Air Minum akan masuk ke pipa pabrik.

Tri Atmojo mengatakan Perumda Air Minum akan menghitung kerugian dari penggunaan air bersih secara ilegal oleh PT Mahkota Citra Lestari. Perumda kemudian akan meminta mereka untuk membayar denda atau kerugian setelah dihitung.

Sementara itu, pengelola Pabrik PT Mahkota Citra Lestari, Lesi, 35, mengaku tak berniat mencemari air produksi Perumda Air Minum Toya Wening. Dia malah mengaku tidak tahu jika saluran pembuangan limbah pabrik ternyata terkoneksi dengan pipa jaringan Perumda Air Minum.

Lesi menduga penyambungan pipa pembuangan ke pipa jaringan Perumda dilakukan oleh pekerja saat sedang memperbaiki saluran pembuangan yang rusak terinjak truk di depan pabrik. Dia meyakini pekerja tersebut tak mengerti juga bahwa yang disambungkan pipa pembuangan adalah pipa Perumda Air Minum.

"Setahu saya air limbah itu dibuang ke belakang. Ada beberapa septic tank yang sudah kami sediakan di sana untuk menampung limbah. Saya sungguh tidak tahu kenapa ini kok limbah bisa masuk ke jaringan PDAM [Perumda Air Minum]. Kami tentu mau melakukan tindakan yang sampai merugikan banyak pihak terutama masyarakat seperti sekarang," kata Lesi di sela-sela pengecekan pipa pembungan limbah pabrik, Rabu (17/10/2018).

Air minum yang terdistribusi ke rumah warga di kawasan itu berubah jadi merah sejak sepekan lalu. Air itu bahkan sempat berwarna biru.