Berdekatan dengan Solo Baru, Begini Potensi Desa Madegondo, Grogol, Sukoharjo

Seorang pengendara sepeda motor melewati mural tiga dimensi (3 D) di jalan perkampungan di Desa Madegondo, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Minggu (14/10 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
18 Oktober 2018 22:08 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Sebagian kawasan Solo Baru yang menjadi pusat bisnis di wilayah Soloraya terletak di Desa Madegondo, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Pesatnya pembangunan fisik mengubah wajah wilayah Madegondo sejak lima tahun ini. Lahan kosong yang tersebar di sejumlah lokasi berubah menjadi mal, hotel, hingga rumah toko (ruko).

Kondisi ini tak berbeda jauh dibandingkan Kota Solo. Kini, hampir tak ada lahan kosong sebagai sarana bermain anak-anak dan mengeksplorasi kreativitas pemuda kecuali lapangan desa setempat.

Di balik minimnya lahan terbuka justru memicu para pemuda setempat untuk mengasah kreativitas di jalan-jalan kampung. Mereka berinisiatif membuat karya-karya lukisan tiga dimensi (3D) di jalan kampung yang mampu mengecoh mata.

“Ada potensi lainnya seperti industri rumah tangga (IRT) pembuatan tahu dan kerajinan tatah sungging. Namun, kreativitas pemuda yang menggambar mural 3D di jalan kampung menjadi potensi unik yang harus dijaga,” kata Ketua Karang Taruna Desa Madegondo, Agus Supriyatno, saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu (14/10/2018).

Jalan kampung, lanjut Agus, menjadi media mural 3D karena tak ada lagi lahan yang cukup luas untuk mengeksplorasi kreativitas pemuda. Pesatnya pembangunan di kawasan Solo Baru mempersempit lahan terbuka yang kerap digunakan anak-anak bermain.

Saat ini, mereka hanya bisa bermain di jalan-jalan perkampungan yang sempit. “Para pemuda tak punya lahan untuk mengeksplorasi ide dan imajinasinya karena wilayah Desa Madegondo penuh dengan bangunan, hotel, pusat perbelanjaan,” ujar Agus.

Tema mural 3 D tak melulu pemandangan alam melainkan realitas sosial yang hampir dijumpai masyarakat perkotaan. Misalnya, masalah sampah yang memicu banjir, pencemaran lingkungan hidup dan sebagainya. Kenyataan dan fakta itu dituangkan dalam berbagai gambar 3 D.

Sementara itu, Kepala Desa Madegondo, Pratono, mengapresiasi karya mural 3 D yang dibuat anggota karang taruna di jalan perkampungan. Minimnya dana dan keterbatasan lahan tak menyurutkan semangat para pemuda untuk berkreasi lewat gambar mural 3 D. Dia bakal berupaya untuk mencari lokasi lahan terbuka yang bisa digunakan para pemuda untuk menyalurkan bakat dan talentanya.