Mayat Warga Ngringo Karanganyar Ditemukan Berkat Lalat

Ilustrasi jenazah (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
18 Oktober 2018 15:15 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Warga Perum Griya Pesona Ngringo Indah Nomor 69 RT 011/RW 005 Dukuh Karangrejo, Desa Ngringo, Jaten, Karanganyar, Endang Susan Wartini, 57, ditemukan sudah tak bernyawa di rumahnya, Kamis (18/10/2018) pukul 09.00 WIB.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, perempuan yang sesuai KTP tercatat sebagai warga Jl. Tejonoto Nomor 19 RT 003/RW 013 Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, Kota Solo, itu tinggal di rumah seorang diri.

Anaknya bekerja di luar kota. Jasad Endang kali pertama ditemukan tetangganya yang tinggal di rumah nomor 67, Ni Nyoman.

Saat itu, Ni Nyoman melintas di depan rumah Endang. Dia melihat sejumlah lalat di depan pintu rumah Endang.

Saat mendekati rumah Endang, dia mencium aroma tidak sedap. Ni Nyoman kemudian memberi tahu tetangga lain yang tinggal di rumah nomor 27, Joko Supriyanto.

Mereka melaporkan hal itu ke Polsek Jaten Karanganyar. Anggota Polsek Jaten mendatangi rumah Endang. Mereka membuka pintu rumah dan aroma tidak sedap menyeruak.

Saat itu mereka melihat Endang dalam keadaan tertelungkup di ruang tamu rumah. "Kami menghubungi Puskesmas II Ngringo, Inafis Polres Karanganyar, BPBD Karanganyar. Korban diperkirakan sudah meninggal saat ditemukan. Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, korban mempunyai riwayat penyakit diabetes," kata Plt. Kapolsek Jaten, Iptu Maryadi, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, saat dihubungi Solopos.com, Kamis.

Ni Nyoman menyampaikan kepada polisi dia melihat taksi berhenti di depan rumah Endang pada Senin (15/10/2018) malam. Saat itu sopir taksi menanyakan Endang yang tidak mengangkat telepon padahal sudah dihubungi beberapa kali.

Ni Nyoman berpikir sopir taksi itu datang untuk membawa Endang ke rumah sakit. Setelah itu Ni Nyoman masuk rumah. Begitu keluar, Ni Nyoman melihat sopir taksi itu sudah tidak ada.

Saat itu Ni Nyoman berpikir kemungkinan Endang sudah berangkat bersama sopir taksi. "Saat ini jenazah diserahkan kepada keluarga. Mereka menerima kejadian itu karena kondisi korban sakit dan sudah tua," tutur Maryadi.