Jadwal Musrenbang Desa di Sukoharjo Dimajukan, Begini Alasannya

Kaum difabel mengikuti pelatihan membatik yang diselenggarakan Pemerintah Desa Pucung menggunakan anggaran dana desa di Balai Desa Pucung pada Minggu (12/8 - 2018). (Istimewa)
19 Oktober 2018 06:00 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO – Jadwal pelaksanaan musyawarah perencanaan dan pembangunan (musrenbang) desa di Kabupaten Sukoharjo dimajukan dari awal 2019 menjadi September 2018. Hal ini dilakukan untuk mempercepat penyusunan anggaran pendapatan dan belanja (APB) Desa 2019.

Kebijakan serupa pernah diterapkan di Sukoharjo pada tahun lalu. Jadwal pelaksanaan musrenbang desa dimajukan dari awal 2018 menjadi November 2017. Hal ini untuk mematangkan persiapan pemerintah desa baik rencana program kegiatan maupun tata kelola bantuan keuangan. Terlebih, nilai bantuan dana desa asal pemerintah pusat dipastikan naik pada 2019.

Kegiatan musrenbang desa diikuti pemerintah desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) hingga ketua rukun tetangga/rukun warga (RT/RW). Potensi dan sumber-sumber pembangunan di setiap desa akan dibeberkan secara detail dan terperinci. “Desa di wilayah Polokarto telah menggelar musrenbang desa pada September. Jadwal musrenbang desa dimajukan agar persiapan penyusunan APB Desa lebing matang dan cepat rampung,” kata Kepala Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Rudi Gunawan, saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu (17/10/2018).

Saat ini, pemerintah desa tengah menyusun  rencana kerja pemerintah (RKP) yang menjadi acuan utama penetapan APB Desa. RKP desa merupakan penjabaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) desa. Pemerintah desa telah membentuk tim penyusun RKP desa pada akhir Agustus. Mereka bertugas menyusun rencana kegiatan pemerintah desa dalam RKP desa.

Selanjutnya, pemerintah desa bakal menerbitkan peraturan desa saat penetapan RKP desa. “Salah satu program prioritas dalam RKP yakni pendirian Badan Usaha Milik (BUM) Desa dengan mengoptimalkan berbagai potensi desa dan pemberdayaan masyarakat. Kami telah membangun kantor operasional BUM Desa dengan beberapa unit usaha seperti jasa sumur dalam dan toko kelontong,”ujar dia.

Rudi meyakini penyusunan APB Desa rampung pada akhir tahun. Sehingga dana desa bisa dicairkan lebih awal dibanding tahun ini. Pengerjaan kegiatan fisik tak lagi diburu waktu lantaran mekanisme bantuan dana desa dicairkan tiga tahap.

Pernyataan senada diungkapan Kepala Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, Marimo Bambang Wijonarko. Kegiatan musrenbang desa telah dilaksanakan beberapa pekan lalu. Kala itu, para pengurus RT/RW dan tokoh masyarakat menyampaikan aspirasi dan usulan di wilayahnya masing-masing. Marimo bakal mengebut penyusunan APB Desa agar rampung pada akhir tahun.