ABG yang Tewas di Sukoharjo Pernah Diajak Nikah, Diancam Jika Menolak

Retno Ayu Wulandari saat masih hidup (Facebook)
20 Oktober 2018 08:30 WIB Ratih Arfy Sukoharjo Share :

Solopos.com, SOLO -- Kematian tragis Retno Ayu Wulandari, 14, setelah dianiaya oleh sekelompok pemuda di Gatak, Sukoharjo, masih menimbulkan tanda tanya. Belum jelas benar apa motif aksi sadis para pelaku. Namun sebelumnya, Retno pernah diajak menikah oleh seseorang.

Welly, ibu kandung Retno, mengungkapkan, Retno sepekan sebelumnya bercerita bahwa dirinya akan dinikahi oleh seseorang. Akan tetapi, Retno menolak ajakan itu. Menurut Welly, Retno menuturkan dirinya mendapat ancaman dari orang tersebut. Dirinya akan disantet sampai mati jika menolak ajakan pernikahan itu, atau jika tidak bisa mati akan dipukul.

Pada Kamis (18/10/2018) malam, Retno keluar rumah dan pamit kepada ibunya. Sedangkan ayah Retno, Edi Santoso, mengaku tidak tahu ke mana anaknya pergi karena saat itu dia sedang bekerja.

“Anak saya pamitnya sama isteri. Anak saya mau pergi pukul 20.30 WIB. Saat anak saya akan pergi itu, pas saya sedang bekerja [di Bakmi Mbah Mangun Kottabarat],” kata Edi di tempat tinggalnya, Rusunawa Begalon, Panularan, Solo, Jumat (19/10/2018) malam.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Jumat, menyebutkan korban berpamitan dengan kakak kandungnya, Arved Crystian, pada Kamis (18/10/2018) sekitar pukul 20.00 WIB. Retno pergi bersama temannya yang telah menjemput di sekitar rusunawa.

Setelah kejadian itu, awalnya Edi mendapat kabar anaknya meninggal karena kecelakaan tunggal. Saat mendapatkan kabar itu, jenazah anaknya telah berada di Rumah Sakit Dr. Oen. Akan tetapi, dia tak percaya ucapan dari tersangka yang telah membawa korban ke rumah sakit tersebut.

Akhirnya Edi membawa jenazah anaknya untuk diautopsi di rumah sakit Dr. Moewardi. “Hasilnya ada beberapa luka bekas pukulan. Bagian belakang kepala terdapat luka sepanjang 10 cm, kemudian kedalaman luka 10 mm. Bagian atas ubun-ubun terdapat luka sepanjang 150 mm,” kata dia.

Menurut penjelasan sang ayah, anaknya memang sering main. Tapi dia tak mengetahui secara pasti ke mana anaknya bermain bersama teman-temannya. Hal itu karena dia sibuk bekerja saat malam hari dan tidur ketika pagi hari. Dia juga tak sempat untuk berbicara dengan anaknya sebelum kejadian tersebut.