Air Selokan Bulakrejo Sukoharjo Jadi Merah, Diduga karena Ini

Air di saluran dekat Patung Jamu, Bulakrejo, Sukoharjo, yang berwarna merah. (Facebook)
20 Oktober 2018 18:40 WIB Trianto Heri Suryono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Air saluran utara Patung Jamu, Kelurahan Bulakrejo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, menjadi buah bibir nitizen belakangan ini. Saluran itu menjadi pembicaraan gara-gara airnya yang berubah menjadi berwarna merah.

Warga pun berspekulasi soal penyebab warna merah itu, termasuk munculnya dugaan limbah pabrik. Namun belakangan informasi dugaan penyebab warna merah itu mengarah pada tindakan seorang warga, bukan limbah pabrik tertentu.

Air berwarna diyakini merupakan air cat yang dibuang dan tergenang. Air tersebut sudah ada sejak empat hari lalu karena dibuang oleh salah seorang warga sekitar.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Sabtu (20/10)/2018, saluran utara Patung Jamu, Bulakrejo, sedang dalam perbaikan sehingga kemunculan air warna itu mengagetkan. Seorang warga Sukoharjo, Nanang, mengatakan air tersebut limbah cat bukan limbah pabrik.

Menurutnya, beberapa hari lalu ada seseorang membuang air ke saluran sehingga berwarna merah dan menggenang. “Air buangan limbah cat. Berhubung musim kemarau air tidak mengalir sehingga buangan cat tersebut menggenang beberapa hari,” jelasnya.

Hal sama disampaikan warga Bulakrejo, Suyanto. Dia mengatakan warna air sudah bertahan empat hari. “Ada pengrajin membersihkan drum dengan cara mengurasnya empat hari lalu. Air kurasan dibuang ke saluran, ternyata air tersebut berwarna merah. Jadi bukan limbah pabrik tetapi limbah cat.”

Menurutnya, warna merah air baru kali ini muncul di saluran itu, meski dia mengakui selama ini air saluran itu tidak jernih.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sukoharjo, Suraji, membenarkan adanya proyek perbaikan saluran Bulakrejo, Sukoharjo. Menurutnya, saluran di kanan-kiri Jalan Raya Bulakrejo ke utara atau arah Solo dilakukan perbaikan agar air mengalir lancar. Diharapkan di musim penghujan, beberapa lokasi genangan air di Bulakrejo tidak terjadi lagi.

“Jika benar air tersebut limbah pabrik mudah-mudahan pihak pabrik tidak mengulang lagi. Namun apabila air tersebut bukan limbah pabrik, maka pembuang diberi kesadaran agar tidak membuang ke saluran dan pemberi informasi diberi panjang umur,” kata dia.