Pemindahan Pipa PDAM Kena Flyover Purwosari Solo Butuh Rp9,1 Miliar

Kendaraan melintas di perlintasan sebidang Purwosari, Laweyan, Solo, Rabu (4/7 - 2018) pagi. (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
21 Oktober 2018 13:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyiapkan anggaran Rp9,1 miliar dalam APBD 2019 untuk pemindahan jaringan pipa milik Perumda Air Minum Toya Wening (PDAM) Solo yang terdampak proyek flyover (jalan layang) Purwosari.

Selama proses pemindahan jaringan pipa peninggalan zaman Belanda tersebut, layanan air minum pelanggan PDAM dipastikan tidak akan terganggu.

Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Solo, Joko Supriyanto, mengatakan pemindahan jaringan pipa distribusi air utama bagi Kota Solo ini akan dikerjakan mulai simpang tiga Rumah Sakit Panti Waluyo sampai simpang empat Purwosari.

“Panjang pipa jaringan PDAM yang harus dipindahkan 800 meter lebih. Ini merupakan pipa jaringan distribusi utama milik PDAM,” kata dia ketika berbincang dengan wartawan, Sabtu (20/10/2018).

Joko mengatakan proses pemindahan jaringan pipa PDAM akan dikerjakan awal tahun depan dengan lelang pengerjaan dimulai akhir tahun ini.

Proses lelang itu kini masih menunggu penyusunan detail engineering design (DED) yang dikerjakan PDAM selesai dan diserahkan ke Dinas PUPR. DED tersebut menjadi dasar bagi Dinas PUPR melaksanakan lelang pemindahan jaringan pipa PDAM terdampak flyover Purwosari.

“Teknisnya selama pemindahan tidak menghentikan layanan air PDAM,” katanya.

Selain itu, Joko menambahkan pemindahan jaringan pipa PDAM akan berjalan simultan dengan proyek pembangunan flyover Purwosari. Sesuai rencana proyek tersebut mulai dikerjakan awal tahun depan.

Tak hanya jaringan pipa PDAM yang terdampak, beberapa jaringan utilitas lain juga terdampak di antaranya Telkom dan Perusahaan Listrik Nasional (PLN). Koordinasi dengan para pemilik jaringan utilitas itu telah beberapa kali telah dilakukan.

Dalam koordinasi tersebut Pemkot menyampaikan penyelesaian jaringan utilitas menjadi tanggung jawab masing-masing pemilik. Sesuai koordinasi terakhir, lokasi bakal pembangunan jalan layang Purwosari harus steril sebelum berakhirnya lelang proyek tersebut yang rencananya dimulai November nanti.

“Target pemerintah pusat pemenang lelang didapat Desember. Jadi pemindahan itu ditargetkan selesai sebelum akhir tahun,” katanya.

Direktur PDAM Solo, Maryanto, mengatakan penyusunan DED pemindahan jaringan pipa PDAM yang membentang di Jl. Slamet Riyadi tengah dikebut. Nantinya DED tersebut akan diserahkan ke Dinas PUPR selaku pelaksana anggaran pemindahan jaringan PDAM.

“Kami masih koordinasi terus dengan Dinas PUPR untuk pemindahan pipa jaringan PDAM. Kami hanya menyusun DED dan anggaran pemindahan sepenuhnya di Dinas PUPR,” katanya.

Maryanto mengatakan jaringan pipa PDAM yang bakal terdampak flyover Purwosari merupakan peninggalan zaman Belanda dengan diameter 50 sentimeter.

Kapasitas airnya mencapai 175 liter per detik. Selama ini pipa jaringan itu menyuplai wilayah Jl. Slamet Riyadi sisi utara dan selatan.

“Nanti saat pemotongan jaringan pipa diperkirakan memakan waktu setengah hari. Nah saat itu kami akan dropping air bersih, jadi layanan air bersih tetap berjalan,” katanya.