Pipa PDAM Purwosari Solo Dipindah, 8.000 Pelanggan Terganggu

Kendaraan melintas di perlintasan sebidang Purwosari, Laweyan, Solo, Rabu (4/7 - 2018) pagi. (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
22 Oktober 2018 19:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Layanan air Perumda Air Minum Toya Wening (PDAM) Solo ke sekitar 8.000 pelanggan diperkirakan terganggu saat pipa air peninggalan Belanda yang terdampak flyover Purwosari dipindahkan tak lama lagi.

Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Air Minum Toya Wening Solo, Tri Atmojo Sukomulyo, mengatakan tengah menyusun detail engineering design (DED) pemasangan pipa baru untuk menggantikan fungsi jaringan pipa lama yang tertanam di tengah-tengah Jl. Slamet Riyadi wilayah Purwosari itu.

Proses penyusunan DED tersebut ditarget rampung November. Setelah DED jadi, Perumda Air Minum akan menyerahkan dokumen itu ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Solo sebagai dasar lelang pemindahan pipa terdampak flyover Purwosari itu.

"Jaringan pipa kami yang berada pas di median Jl. Slamet Riyadi mesti dibongkar karena jelas akan terkena dampak pembangunan cakar ayam atau fondasi flyover Purwosari yang berbentuk huruf I," jelas Tri Atmojo saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (22/10/2018).

Tri Atmojo menyebut proses pemindahan jaringan pipa Perumda Air Minum di Purwosari akan dilakukan mulai awal Januari 2019. Dia menjelaskan teknis proses pemindahan jaringan pipa tersebut diawali pemasangan jaringan pipa baru menghindari lokasi pembangunan flyover Purwosari.

Tri Atmojo menerangkan proses pemasangan jaringan baru bakal dikerjakan dengan metode atau teknologi Horizontal Directional Drilling (HDD) sehingga dijamin tidak akan merusak infrastruktur di atas tanah.

Dia menyebut proses pemasangan jaringan pipa baru ditarget rampung dalam waktu paling lama 60 hari pekerjaan.

"Kontraktor tidak akan memasang pipa dengan mengeruk permukaan tanah sehingga dapat merusak infrastruktur. Pengeboran nanti dilakukan di setiap jarak 300 meter dengan kedalaman 3 meter sampai 10 meter," jelas Tri Atmojo.

Setelah memasang pipa baru, Perumda Air Minum lantas memotong jaringan pipa lama peninggalan Belanda di tengah Jl. Slamet Riyadi, tepatnya di simpang Taman Kota Kerten atau Simpang Jl. Sam Ratulangi.

Pemotongan jaringan pipa lama tersebut dimaksudkan memindah aliran air ke jaringan pipa baru. Tri Atmojo menyebut proses pemotongan pipa hingga pengalihan aliran air itu diproyeksi bakal memakan waktu selama enam jam.

Selama pengerjaan aktivitas tersebut, dia mengatakan layanan air untuk 8.000 pelanggan air minum di Kota Bengawan bakal terganggu. Bahkan, dia menuturkan gangguan layanan air minum untuk ribuan pelanggan itu besar kemungkinan akan berlanjut hingga dua pekan setelahnya.

Perumda Air Minum siap mengirim tangki air bersih kepada para pelanggan yang kesulitan mendapatkan air bersih selama pengerjaan proyek pemasangan jaringan pipa baru nanti.

"Layanan air minum tetap terganggu karena kami harus potong pipa lama. Kegiatan serupa ini dulu pernah kami lakukan di Sriwedari. Kemungkinan besar pengerjaannya sama hanya butuh waktu enam jam dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB," jelas dia.

Kendati demikian, dampak pemindahan aliran air itu bisa dua pekan. Aliran dialihkan kemudian masuk pipa kosong biasanya ada jebakan angin. Butuh waktu untuk membuang angin dalam pipa ini.

Sebagaimana diinformasikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengalokasikan Rp9,1 miliar dalam APBD 2019 untuk proses pemindahan jaringan pipa milik Perumda Air Minum Toya Wening terdampak proyek pembangunan flyover Purwosari.

Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Solo, Joko Supriyanto, mengatakan proses lelang bakal dilakukan pada akhir tahun ini sehingga tahap pemindahan jaringan pipa sudah bisa kerjakan pada awal 2019.