Peralihan Musim, Warga Solo Diminta Jauhi Pohon Saat Angin Kencang

Pohon tumbang di Jl. Slamet Riyadi Solo menimpa satu mobil, Selasa (23/10 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
23 Oktober 2018 22:00 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo mengimbau warga agar menjauhi pohon saat terjadi hujan disertai angin kencang. Saat ini, kawasan Solo dan sekitarnya sedang menuju musim pancaroba yang umumnya ditandai hujan dengan angin kencang.

Karena itu, potensi pohon tumbang maupun dahan patah semakin besar ketika sedang terjadi hujan disertai angin. Dengan demikian, keselamatan warga atau para pengendara menjadi terancam.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Solo, Eko Prajudhy Noor Aly, menyarankan warga yang tengah berada di luar rumah untuk mencari tempat berteduh yang aman saat terjadi hujan disertai angin. Dia mencontohkan tempat berteduh yang aman adalah bangunan yang kokoh dan jauh dari pohon.

"Hindari pohon saat terjadi hujan angin. Pastikan posisi kita tidak bisa dijangkau pohon. Artinya, carilah lokasi menjauhi pohon minimal jaraknya lebih panjang ketimbang tinggi pohon. Jadi semisal pohon itu tumbang atau dahannya patah terkena angin, tidak sampai mengenai kita," imbau Eko saat diwawancarai Solopos.com setelah Kota Solo diterjang hujan disertai angin pada Selasa (23/10/2018) sore.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Selasa sore, beberapa pohon di Solo tumbang akibat diterjang hujan angin. Beberapa pohon yang tumbang, antara lain di simpang Jl. Cipto Mangkusumo, Jl. Wora-Wari, dan Jl. Slamet Riyadi, tepatnya Museum Radya Pustaka dan depan Graha Batari.

Di Jl. Slamet Riyadi, dahan-dahan pohon berjatuhan akibat diempas angin kencang. Batang yang jatuh di jalan cukup membahayakan para pengendara. Beberapa pohon tumbang dan dahan jatuh itu kemudian ditangani oleh petugas BPBD, Dinas Damkar, Satpol PP/Linmas, dan polisi agar tidak mengganggu aktivitas lalu lintas.

"Ini sepertinya sudah masuk musim penghujan. Kami harap masyarakat bisa mempersiapkan diri menghadapi itu," jelas Eko.