Pegiat Lingkungan: Pohon Jl. Slamet Riyadi Solo Tumbang karena City Walk

Pohon tumbang di Jl. Slamet Riyadi depan Museum Radya Pustaka Solo, Selasa (23/10 - 2018) sore. (Solopos/M. Ferri Setiawan)
24 Oktober 2018 16:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sejumlah pegiat lingkungan di Kota Bengawan miris dengan kondisi pepohonan di Jl. Slamet Riyadi yang kini berubah menjadi rentan tumbang karena terdampak pengerjaan proyek pembangunan drainase dan city walk.

Pegiat Komunitas Gerakan Orang Muda Peduli Sampah dan Lingkungan Hidup (Gropesh) Solo, Denok Marty Astuti, meyakini penyebab beberapa pohon di Jl. Slamet Riyadi tumbang saat hujan disertai angin kencang Selasa (23/10/2018) sore juga karena pohon tidak bisa lagi mencengkeram tanah dengan kuat.

Dia menyaksikan akar pohon-pohon tersebut tampak telah ditebang atau dipangkas seiring pelaksanaan proyek drainase dan city walk Jl. Slamet Riyadi.

"Saya melihat pohon-pohon di Jl. Slamet Riyadi tumbang karena sebagian akarnya telah ditebang. Alhasil, si pohon tidak bisa lagi mencengkeram tanah lebih banyak dan kuat," kata Denok yang mengaku sempat menyaksikan langsung beberapa pohon di Jl. Slamet Riyadi tumbang, Rabu (24/10/2018).

Denok sebenarnya mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mempertahankan pepohonan saat mengerjakan proyek pembangunan drainase dan penataan city walk Jl. Slamet Riyadi.

Hanya, kata dia, Pemkot kurang melakukan pengawasan hingga perawatan pohon terdampak langsung pelaksanaan proyek tersebut. Denok memandang Pemkot kini perlu memasang penyangka besi untuk memperkuat pohon yang telanjur kena proyek infrastruktur.

"Buat pohon yang sudah telanjur kena proyek, tampaknya harus ada sarana tambahan yang mesti disediakan. Kalau saya usul pohon-pohon yang teriventarisasi masuk kategori rentan tumbang, lebih baik secepatnya diberi cagak besi. Cagak besi itu kemudian bisa ditanami juga tanaman menjalar supaya akarnya saling terkait," jelas Denok.

Koordinator Forum Solo Hijau, Mayor Haristanto, juga miris melihat beberapa pohon di Jl. Slamet Riyadi kini rentan roboh karena terdampak proyek infratruktur.

Dia meminta Pemkot tidak menganggap sepele kondisi pohon yang kini bisa dengan mudah dilihat akarnya karena tanah yang ditempati terkeruk alat berat proyek penataan city walk dan pembanguan drainase.

Mayor mengusulkan pohon-pohon di Jl. Slamet Riyadi diperkuat dengan pot besar atau bando melingkar yang kuat.

"Usul saya pohon-pohon di Jl. Slamet Riyadi itu tetap dipertahankan. Pokoknya jangan cepat-cepat ambil keputusan menebang pohon yang rawan roboh. Seharusnya pemerintah cari solusi lain. Bisa mereka memasang bando melingkar yang kuat di seputaran pohon. Bando itu bahkan bisa berfungsi juga sebagai tempat duduk," jelas Mayor saat diwawancara Solopos.com.

Kabid Pengendalian dan Pengelolaan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo, Luluk Nurhayati, mengaku siap untuk lebih intens mengawasi pohon-pohon di Jl. Slamet Riyadi khususnya yang terdampak proyek pembangunan drainase dan penataan city walk oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Solo.

DLH akan melakukan penanganan seketika mendapati pohon dengan kategori rentan roboh. Penanganan bisa dilakukan dengan beberapa cara, seperti memangkas dahan, menguatkan batang, mengolah media tanam, dan lain sebagainya.