Pabrik Mebel Ceper Klaten Terbakar

Petugas unit Damkar Klaten menyemprotkan air di dalam pabrik mebel di Dukuh Sumberlor, Jombor, Ceper, Klaten, Rabu (24/10 - 2018). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
24 Oktober 2018 09:45 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Pabrik mebel di Dukuh Sumberlor, Desa Jombor, Kecamatan Ceper, Klaten, terbakar pada Rabu (24/10/2018) pagi. Empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.

Peristiwa itu dilaporkan ke unit Damkar Klaten sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, api sudah membesar dan membakar seisi pabrik UD AAS milik Joko Sriyanto, 48, tersebut.

Pabrik berisi tumpukan kayu beragam dan berbagai mesin mebel. Pemilik pabrik, Joko, mengetahui kebakaran tersebut setelah mendapat kabar dari salah satu tetangganya sekitar pukul 04.00 WIB.

"Apinya sudah membesar dan membakar semua yang ada di dalam bangunan," kata Joko saat ditemui di lokasi kejadian.

Joko menuturkan sepekan terakhir pabriknya melakukan pengeringan kayu menggunakan oven. Api yang membakarnya pabriknya diduga berasal dari sisa bara api untuk oven kayu.

"Sebenarnya api di oven sudah padam. Mungkin masih ada bara api hingga merembet. Pintu bangunan oven ditutup menggunakan seng. Namun memang tepinya menggunakan bahan kayu," kata Joko.

Joko menjelaskan saat proses oven kerap ada pegawai yang mengecek kondisi pembakaran. "Biasanya saat pagi itu ditinggal, tidak sewaktu-waktu ditunggu. Kemungkinan saat kejadian pegawai saya baru pulang," ungkapnya.

Sementara itu, Unit Damkar Klaten datang sekitar pukul 04.10 WIB. Hingga pukul 08.30 WIB, petugas masih menyemprotkan air di dalam pabrik yang seluas sekitar 350 meter persegi tersebut guna memastikan tak ada lagi bara api.

Pemilik pabrik dan karyawan dibantu warga setempat menyingkirkan sisa kayu yang terbakar. Plt. Kasi Damkar Satpol PP Klaten, Nur Khodiq, menjelaskan empat unit mobil Damkar sempat dikerahkan untuk memadamkan api.

Proses pemadaman melibatkan sekitar sembilan personel. "Satu unit mobil kemudian kami pulangkan untuk stand by mengantisipasi jika ada kebakaran lainnya," kata Nur.

Ia menjelaskan dugaan awal api berasal dari sisa bara api pembakaran oven kayu. Lantaran oven berdekatan dengan tumpukan kayu, api cepat membesar hingga melalap seisi pabrik.

Proses pemadaman sempat terhambat tidak ada sumber air di dekat lokasi hingga petugas harus dua kali bolak-balik membawa mobil Damkar guna mengambil air di wilayah Kecamatan Pedan.

"Kemudian kami diberi tahu kalau di sawah berdekatan dengan pabrik ada sumur pertanian. Akhirnya kami mengambil air dari situ," urai dia.

Nur menjelaskan tak ada korban jiwa dari peristiwa. Api tak sempat membakar bangunan rumah milik warga di sekitarnya.