Evakuasi Pohon Tumbang Jl. Slamet Riyadi Solo Butuh 3 Hari

Petugas DLH Solo membersihkan pohon yang tumbang di city walk Jl. Slamet Riyadi, Solo, Rabu (24/10 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
25 Oktober 2018 07:00 WIB Ratih Kartika Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pohon beringin yang tumbang di Jl. Slamet Riyadi depan Museum Radya Pustaka Solo pada Selasa (23/10/2018) sore belum selesai dibersihkan hingga Rabu (24/10/2018) siang. Sulitnya evakuasi pohon tersebut karena terdapat dua lapis pohon yang menjadi satu.

Saat ini, batang pohon itu sudah dipinggirkan ke area dekat gerbang Museum Radya Pustaka, tak lagi berada di tengah jalan sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas di jalan utama Kota Solo itu.

Pekerja dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo, Santoso, menjelaskan di dalam pohon beringin tersebut terdapat pohon trembesi yang dibalut akar-akar pohon beringin sehingga menyulitkan untuk proses pemotongan.

Menurut dia, akar yang melilit pohon trembesi tersebut melengkung dan menjalar hingga ke bagian-bagian dalam pohon. “Dipotong yang kecil-kecil dulu. Ini baru dipotong seperempatnya. Mungkin tiga hari baru selesai,” kata dia, Rabu (24/10/2018).

Lurah Sriwedari, Wardoyo, menjelaskan pohon-pohon besar baik untuk sirkulasi udara namun menimbulkan kebingungan apabila musim penghujan tiba. Pohon-pohon tersebut rawan tumbang.

Dia mengimbau masyarakat menjaga pohon-pohon di halaman masing-masing agar tidak tumbang apabila musim penghujan tiba.

Sementara itu, Lurah Joyotakan, Serengan, Purbo Winoto, menjelaskan rumah Triman di RT 005, RW 002, ikut terdampak angin kencang pada Selasa (23/10/2018) sore. Genting di atap rumah beterbangan.

Dia menjelaskan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Pak Triman masih di rumah [bertahan] hingga saat ini. Rumah sedang tahap perbaikan. Petugas Linmas juga ikut membantu,” jelasnya, Rabu (24/10/2018).

Dia menjelaskan Dinas Sosial Kota Solo memberikan bantuan kepada Triman berupa dua buah deklit (tenda terpal), empat matras, dan enam lembar selimut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo, Eko Prajudhy Noor Aly, menjelaskan kerusakan rumah Triman karena hujan dan angin kencang. Dia mengatakan telah memberikan bantuan setelah kejadian berlangsung hingga keesokan harinya bersama petugas dinas terkait.

Dia berharap ada upaya pencegahan agar pohon-pohon tidak membahayakan warga. Angin kencang menyebabkan pohon yang lapuk dan tua rawan tumbang. “Sering terjadi biasanya jam pulang sekolah atau kerja,” Kata dia, Rabu.