Duh Lambatnya Sosialisasi Lalu Lintas Pascapembangunan Flyover Manahan Solo

Penampakan flyover Manahan Solo yang hampir jadi, Jumat (26/10 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
26 Oktober 2018 21:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sejumlah pengusaha di seputaran Kota Barat menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) Solo segera menyosialisasikan rencana manajemen dan rekayasa lalu lintas (MRLL) pascapembangunan jalan layang (flyover) Manahan.

General Manager (GM) Hotel Agas, Budi Setiawan, mengatakan para pengusaha butuh informasi terkait skema rekayasa lalu lintas sesegera mungkin karena berkaitan dengan nasib usaha mereka.

Manajemen Hotel Agas khawatir para calon tamu atau masyarakat membatalkan reservasi dengan alasan kesulitan mencari jalan menuju Hotel Agas. Dia menyebut masyarakat idealnya diberi tahu jauh-jauh hari mengenai panduan lalu lintas agar tidak bingung.

"Sosialisasi mengenai rekayasa lalu lintas setelah flyover jadi belum ada hingga sekarang. Padahal itu yang kami tunggu-tunggu. Kami heran proyek hampir selesai kok belum juga ada gerakan dari Pemkot?" kata Budi saat diwawancarai Solopos.com, Jumat (26/10/2018) siang.

Budi tidak ingin Pemkot menyosialisasikan rekayasa lalu lintas itu terlalu mepet dengan hari H penerapan seperti saat flyover Manahan hendak dibangun awal tahun ini. Dia mengusulkan paling lambat sosialisasi digelar 45 hari sebelum hari H penerapan.

Dengan sosialisasi yang lebih awal, Budi berharap para pengusaha atau masyarakat juga punya kesempatan memberi masukan kepada Pemkot. Bukan tidak mungkin para pengusaha di seputaran Kota Barat dan Manahan punya masukan lebih baik terkait rekayasa lalu lintas setelah flyover Manahan dibangun.

"Sosialisasi kami harap bisa dilakukan sesegera mungkin. Tampung aspirasi dari pihak-pihak yang terdampak pembangunan guna meminimalkan dampak yang merugikan. Itu saja harapan kami sekarang," jelas Budi.

Manager on Duty Sophie Souffle Solo, Heni Pujiastuti, sebelumnya menganggap penting sekali bagi pemerintah untuk segera menggelar sosialisasi terkait rencana penerapan rekayasa lalu lintas pascapembangunan flyover Manahan.

Informasi tersebut dibutuhkan secepatnya oleh para pengusaha untuk disampaikan kepada para pelanggan dan masyarakat. Dia menyebut kemudahan akses arus lalu lintas menuju lokasi usaha tentu menjadi faktor penting dalam membuka usaha.

Heni berharap pemerintah memberi ruang kepada para pelaku usaha terdampak flyover untuk menyampaikan pandangan atau masukan.