Boyolali Rock Festival 2018 akan Guncang Monumen Susu Murni

Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali, Wiwis Trisiwi Handayani (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan, Jumat (26/10 - 2018) di Boyolali mengenai acara Boyolali Rock Festival (BRF) 2018 pada 5 November mendatang. (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
26 Oktober 2018 21:58 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Pemkab Boyolali kembali mengadakan Boyolali Rock Festival (BRF), ajang adu kecakapan bagi band-band rock dari berbagai daerah. Rencananya, event yang digelar kali ketiga sejak 2016 itu diselenggarakan 5 November mendatang. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang diadakan di kawasan simpang lima, festival kali ini akan diselenggarakan di kawasan Momumen Susu Murni, depan Pasar Boyolali Kota.

Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali, Wiwis Trisiwi Handayani, mengatakan pemilihan lokasi festival tidak lepas dari upaya mengenalkan ikon baru Boyolali di kawasan tersebut. “Dulu kami ingin mengenalkan patung kuda di kawasan simpang siaga atau simpang lima itu. Sekarang kan ada ikon baru di dekatnya, yaitu Monumen Susu Murni. Ini akan kami kenalkan kepada penonton festival dan khalayak lebih luas,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (26/10/2018) di Boyolali.

Sementara itu, Ajeng Fery dari Nuar Event Organizer yang menyelenggarakan acara mengatakan, hingga saat ini sudah ada 70 peserta yang mendaftarkan band mereka kepada panitia. Kebanyakan, peserta berasal dari luar Boyolali, bahkan luar Pulau Jawa, antara lain dari Sulawesi, Kalimantan, Bali, Sumatra, dan lain-lain. “Pendaftaran sudah kami buka sejak 25 September dan akan ditutup 30 Oktober. Sekarang sudah ada 70 band yang mengirimkan video live performance mereka kepada panitia melalui website boyolalirockfestival.com,” ujarnya.

Ajeng menambahkan panitia akan menyaring seluruh pendaftar menjadi 60 peserta yang akan ikut live selection pada 4 November. Live selection ini akan diselenggarakan pada dua lokasi, yakni di Gelanggang Anuraga di Siswodipuran dan kawasan Tiga Menara, Asrikanto semuanya di Kecamatan Boyolali Kota. “Live selection ini untuk menyaring peserta menjadi 10 finalis yang akan tampil pada grand final BRF,” ujarnya didampingi rekannya Yohanses Kristanto.

BRF 2018 ini akan menghadirkan juri yakni Ian Antono (God Bless), Wanda Omar (Jakarta), Riang Sudarsono (Boyolali, Alit Sinyo (Jakarta), Teddy Antonius (Ambarawa), Harry Joko (Semarang), Wawan Isnawan (Jogja). Grand Final akan dimeriahkan penampilan DJ Kikiez (Jakarta), Roy Jeconiah (eks Boomerang), dan Feel Good Band.

Juara festival hanya akan ditentukan I, II, dan III agar hadiah yang diperoleh pemenang lebih besar. Juara satu berturut-turut akan memperolah hadiah Rp45 juta, Rp25 juta, dan 15 juta. Panitia juga akan memberikan hadiah Rp5 juta kepada masing-masing best player. “Total hadiah untuk BRF tahun ini Rp110 juta. Kami juga akan siapkan lighting dan sound system yang baik agar lebih meriah dibanding tahun sebelumnya,” kata Ajeng.