Uluran 1.000 Tangan untuk Kebangkitan Pasar Legi Solo

Kerja bakti membersihkan sisa kebakaran di Pasar Legi Solo, Minggu (11/11 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
11 November 2018 20:45 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Aroma sangit aneka bumbon, kacang-kacangan, dan lainnya bercampur aduk menusuk hidung di lantai dasar Pasar Legi Solo, Minggu (11/11/2018. Meski sudah memakai masker, aroma tersebut masih saja tercium.

Tumpukan kolang kaling langsung terlihat di depan mata. Sebagian dari kolang kaling itu masih utuh dan berserakan di lantai yang sudah tertutup abu hitam pekat bercampur air.

Besi ram, seng, dan kayu sisa lapak pedagang berantakan. Barang itu berserakan di mana-mana, tinggal menyisakan puing-puing.

Di bagian atap lantai atas seng-seng tampak bergelantungan. Rangka besi atap pun runtuh dan tak berbentuk lagi. Kondisinya begitu mengenaskan.

Tak terlihat lagi bangunan pasar yang kokoh. Ribuan personel dari TNI/Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran (DPK), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP, Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Solo, sukarelawan dari berbagai ormas dan lainnya dikerahkan untuk membersihkan sisa-sisa material kebakaran tersebut.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo memimpin langsung pembersihan itu. Mereka terbagi di beberapa lokasi, dan bergotong royong membersihkan puing-puing sisa kebakaran.

Peltu Nandang Sutarjad, anggota TNI Angkatan Udara (AU) Adisumarmo misalnya, kebagian membersihkan lantai dasar pasar.

Satu per satu sampah sisa material itu dipungut dengan tangan kosong tanpa sarung tangan, kemudian ditumpuk dalam satu lokasi. “Sudah biasa dan risiko pekerjaan,” kata dia ketika berbincang dengan Solopos.com.

Kerja bakti membersihkan material sisa-sisa kebakaran pasar merupakan kali kedua bagi Nandang. Sebelumnya ia juga terlibatdalam pembersihan pascakebakaran Pasar Klewer pada 27 Desember 2014 silam.

“Kali ini saya juga terlibat lagi dengan bersih-bersih pasar terbakar. Semangat kami hanya untuk kebangkitan Pasar Legi,” katanya.

Semangat senada disampaikan petugas Satpol PP Solo, Anan, yang kebagian membersihkan material sisa kebakaran seperti seng, ram, dan kayu bongkahan kebakaran.

“Kondisinya berantakan, terutama seng di atap. Ini kalau tidak dibersihkan kena angin bisa terbang,” katanya.

Kerja bakti yang diikuti ribuan orang itu tidak hanya terfokus di dalam bangunan pasar. Pembersihan juga dilakukan di lingkungan pasar, seperti pelataran parkir serta jalan-jalan di sekitar lokasi tersebut.

Fokus pembersihan adalah sampah tidak hanya di jalan-jalan namun juga selokan. Sebelum kerja bakti, terlebih dahulu sekitar pukul 06.30 WIB digelar apel bersama di Monumen 45 Banjarsari.

Apel tersebut dipimpin Wali Kota. Mereka dengan berbekal alat seperti sapu lidi, cangkul, linggis, dan lainnya gotong royong membersihkan pasar.

Menurut Wali Kota yang akrab disapa Rudy, kerja bakti massal berfokus pada pembersihan puing-puing bangunan yang terbakar. Selain itu, pembersihan di area pelataran parkir dan jalan-jalan yang akan digunakan untuk pasar darurat dan kawasan Kali Pepe.

Orang nomor satu di Kota Solo ini pun turun tangan langsung untuk membersihkan barang-barang yang dibersihkan berupa material-material seperti seng, kawat-kawat, dan material lain bekas kebakaran. Sebuah alat berat turut dikerahkan untuk membersihkan material seng di bagian atas luar bangunan.

"Sisa material seperti seng dan kayu kan harus segera dibersihkan, terutama yang membahayakan, kemudian kita taruh di Pedaringan dan Tempat Pembuangan Akhir," ujar Rudy.

Bagi Rudy, kerja bakti massal juga dimaksudkan untuk memberikan support moril dari masyarakat kepada para pedagang. Kerja bakti massal dilakukan ribuan masyarakat itu selesai pukul 10.00 WIB.

"Kami ingin memberikan motivasi kepada pedagang agar tidak resah," ujarnya.

Setelah upaya pembersihan puing-puing ini selanjutnya akan dilakukan lelang penghapusan aset Pasar Legi dan dibongkar oleh pemenang lelang. Selain itu pembangunan pasar darurat.

Rudy menargetkan bangunan pasar darurat bakal selesai dalam waktu dua pekan. "Pasar darurat dua pekan selesai," terangnya.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Solo Untara dalam laporannya mengatakan jumlah pedagang Pasar Legi yang terdampak adalah 1.538 unit dari total 1.932 unit, serta sejumlah 750 pedagang di pelataran.

Kebutuhan pasar darurat akan dibangun adalah 185 unit kios dan 1.000 unit los. Lokasi pembangunan pasar darurat terbagi di area parkir Pasar Legi, Jl. Sabang, Jl. Monumen, Jl. Moh. Saleh, Jl. Lomban Tobing, Jl. S. Parman, Jl. Syamsu Rizal, dan Jl. Enggano.

“Bantuan yang kami terima saat ini 100 unit tenda dari Ibu Eva Yuliana [Staf Khusus Kementerian Perdagangan], 135 unit payung dari Social Community, dan 35 unit tenda dari Rotary Club Solo Area,” katanya.