Bawaslu Sragen: Ada Muatan APK di Kaus Sepeda Nusantara 2018

Seorang pegawai Disparpora Sragen berdiri mengenakan kaus bertuliskan nama capres saat menghadap massa peserta Sepeda Nusantara 2018 di Alun-alun Sasana Langen Putra Sragen, Minggu (11/11 - 2018). (Solopos/Tri Rahayu)
11 November 2018 20:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com SRAGEN -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sragen menilai ada unsur alat peraga kampanye (APK) pada tulisan belakang kaus seragam peserta Sepeda Nusantara 2018 yang digelar Pemkab Sragen bersama Kementerian Olahraga (Kemempora) di Alun-alun Sasana Langen Putra Sragen, Minggu (11/11/2018).

Kendati demikian, Bawaslu Sragen belum menemukan ajakan kampanye dalam atribut kaus tersebut. Ketua Bawaslu Sragen, Dwi Budhi Prasetya, saat dihubungi Solopos.com, Minggu, mengatakan tulisan yang dimaksud mengandung unsur APK terletak di belakang kaus.

“HIDUP ITU SEPERTI BERSEPEDA KAMU HARUS TERUS BERGERAK AGAR TETAP SEIMBANG,” demikian kata-kata yang tertulis pada kaus itu.

Di bagian bawah tulisan berwarna hijau itu ada nama Joko Widodo, Presiden RI, yang ditulis dalam tinta merah. Kemudian di samping kanan tulisan itu ada tulisan huruf kapital dengan latar belakang hijau, BANGUN INDONESIA.

Budhi, sapaannya, menyampaikan salah satu unsur saja masuk dalam APK karena ada nama calon presiden (capres) Joko Widodo tetapi kalau kampanye harus ada ajakan untuk memilih, menawarkan visi, misi, dan seterusnya.

Dia berpendapat dari sudut pandang kampanye, Bawaslu belum mengetahui adanya ajakan untuk memilih, menawarkan visi misi, dan seterusnya pada acara itu. “Yang kami lakukan saat ini memantau kegiatan itu,” ujarnya.

Kabid Pemuda dan Olahraga Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Sragen, Sugiyanto, mengaku menerima kaus itu dari pemerintah pusat sebanyak 950 potong pada Jumat (9/11/2018).

Dia menjelaskan kaus itu diberikan kepada warga yang mendaftar secara resmi untuk mengikuti Sepeda Nusantara 2018. “Kami tidak tahu ada tulisan itu. Dulu waktu pasang baliho awal ada nama Pak Jokowi. Setelah konsultasi dengan Bawaslu, akhirnya baliho itu kami ganti,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto, membantah ada muatan politis dalam kegiatan Sepeda Nusantara 2018. Dia mengatakan nama Joko Widodo itu sebagai Presiden RI dan sampai sekarang masih Presiden bukan capres.

“Kalau ada tulisan Jokowi-Ma’ruf itu baru ada unsur kampanye. Saya memang tak mengenakan kaus itu. Kalau ada mana, saya pakai juga tak masalah,” ujarnya.

Kepala Biru Humas dan Hukum Kemenpora, Sanusi, membenarkan kaus untuk kegiatan Sepeda Nusantara 2018 sebagian dari Kemenpora. Soal adanya tulisan yang menyebut nama capres Joko Widodo, Sanusi mengaku tidak update soal informasi itu.

“Tidak ada muatan politis dalam kegiatan ini. Kegiatan ini murni untuk membangkitkan semangat olahraga bagi masyarakat. Tidak ada motif lain,” tuturnya.