Terdakwa Penganiaya Retno Ayu di Sukoharjo Dituntut 7,5 Tahun Penjara

Salah satu adegan rekonstruksi penganiayaan Ratno Ayu di Sukoharjo, Senin (29/10 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
12 November 2018 19:40 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Persidangan kasus penganiayaan berakibat hilangnya nyawa Retno Ayu Wulandari, warga Rusunawa Bengalon, Solo, dipercepat karena pertimbangan pelaku, yakni IA, 17, yang masih di bawah umur.

Sidang di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Senin (12/11/2018), sudah memasuki agenda pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Dalam sidang tersebut, JPU menuntut IA dihukum 7,5 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider enam bulan pelatihan kerja. Sidang digelar sekitar pukul 15.30 WIB.  

Surat tuntutan JPU dibacakan Galuh  Trimurti. Sidang yang dimpin ketua majelis hakim, Indriani, dengan hakim anggota Retno Susetyani dan Sunardi hanya berlangsung selama 30 menit.

Dalam surat tuntutan yang dibacakan JPU, terdakwa dianggap terbukti melakukan penganiayaan yang berujung tewasnya korban. Terdakwa menganiaya korban dengan memukul bagian belakang kepala korban dengan balok kayu sebanyak tiga kali. 

“Aksi penganiayaan yang dilakukan terdakwa cukup sadis. Hal ini salah satu yang memberatkan terdakwa,” kata Galuh, Senin.

Sebelumnya, IA dan sejumlah saksi lainnya berpesta minuman keras (miras) di wilayah Baki. Mereka mengajak Retno Ayu untuk menenggak miras namun Retno Ayu menolak. Retno justru meminta diantar pulang ke rumah.

IA lantas memboncengkan Retno dan berjanji mengantarnya pulang. Namun, sesampainya di areal persawahan di Desa Trosemi, Kecamatan Gatak, IA menghentikan kendaraannya dan mengajak Retno berhubungan intim. Retno menolak ajakan tersebut dan sempat mencaci maki IA.

IA yang naik pitam mengambil balok kayu di pinggir areal persawahan. Dia lantas memukul bagian belakang kepala Retno menggunakan kayu itu. 

“Terdakwa merupakan residivis kasus penjambretan di Kota Solo. Terdakwa dijerat Pasal 80 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara 7,5 tahun,” papar dia.

Sementara itu, kuasa hukum Retno Ayu dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Solo, Achmad Bachrudin Bakri, menyatakan proses persidangan kasus penganiayaan ABG itu dipercepat lantaran terdakwa merupakan anak di bawah umur. 

Dia menilai tuntutan jaksa sudah maksimal lantaran terdakwa menganiaya korban secara sadis. Terlebih, terdakwa merupakan residivis kasus penjambretan sehingga meresahkan masyarakat. 

Sidang lanjutan bakal digelar dengan agenda pembacaan pleidoi atas tuntutan JPU pada Jumat (16/11/2018).