2 Operasi Dalam Semalam, Polisi Sragen Bekuk 2 Tersangka Narkoba

Ilustrasi narkoba. (Solopos/Whisnu Paksa)
12 November 2018 21:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sragen membekuk dua pemuda yang terindikasi membawa barang haram sabu-sabu di dua lokasi berbeda pada Sabtu-Minggu (10-11/11/2018).  Kedua tersangka kini mendekam di penjara Mapolres Sragen untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Kasatresnarkoba Polres Sragen AKP Joko Satriyo Utomo mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman menyampaikan kedua tersangka Eko Sumardiyanto, 30, warga Dukuh Bedoro, Jetak, Sidoharjo, Sragen; dan Puguh Santoso, 31, warga Generngrejo, Desa Cemeng, Sambungmacan, Sragen. 

Dia mengatakan Eko dibekuk di Dukuh Bangunharjo, Desa Jirapan, Masaran, Sragen, Sabtu sore. Sementara Puguh diringkus di jalan umum Sumaeni, depan Rumah Makan Ayam Geprek, Putat Asri, Kroyo, Karangmalang, Sragen, Minggu dini hari.

Awalnya polisi mendapat informasi adanya transaksi narkoba di jalan umum Masaran-Jambangan. Tim operasional yang dipimpin Iptu Sigit Sudarsono menyelidi dan mencurigai seorang pemuda yang tengah berteduh di depan rumah kosong. 

Orang itu langsung ditangkap dan diketahui bernama Eko. Dari hasil penggeledahan ditemukan satu bungkus rokok berisi plastik klik tembus pandang berisi serbuk kristal yang diduga sabu-sabu. "Bungkus rokok itu disimpan di saku celana sebelah kiri,” ujar Joko.

Dari tangan Eko, Satresnarkoba menyita barang bukti lain berupa ponsel merek Samsung dan celana yang digunakan untuk menyimpan barang haram itu. Joko menjelaskan kasus Eko itu kemudian dikembangkan untuk memburu tersangka lainnya. 

Pada Minggu dini hari, Tim Operasional dipimpin KBO Narkoba Ipda Basri berhasil menangkap Puguh di depan Rumah Makan Ayam Geprek Kroyo.

“Kami juga menggeledah Puguh dan ditemukan bungkus rokok berisi plastik klip bening. Plastik itu berisi serbuk kristal yang diduga sabu-sabu. Barang bukti itu ditemukan di tanah. Sebelumnya dibuang tersangka dengan tangan kiri,” ujarnya. 

Selain itu, polisi menemukan barang bukti lain berupa ponsel, motor Yamaha Vixion, alat isap sabu-sabu, berupa botol kaca dan sebuah pipet kaca. Joko menyampaikan kedua tersangka dijerat dengan UU Narkotika.