Rp15,6 Miliar Untuk 3 Jembatan Rusak Akibat Banjir Klaten

Warga melintas di Jembatan Talang, Kecamatan Bayat, Klaten, Minggu (11/11 - 2018). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
12 November 2018 09:00 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Tiga jembatan yang rusak akibat banjir beberapa waktu lalu di Klaten segera diperbaiki. Pemkab Klaten menerima hibah sekitar Rp15,6 miliar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk perbaikan ketiga jembatan tersebut.

Ketiga jembatan itu melintang di atas alur Sungai Dengkeng di wilayah Desa Talang dan Jarum, Kecamatan Bayat, serta Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno. Kerusakan jembatan itu akibat banjir dan badai Cempaka pada November-Desember 2017.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Bambang Giyanto, mengatakan naskah perjanjian hibah BNPB itu sudah diteken Bupati Klaten, Sri Mulyani, Rabu (7/11/2018) lalu di Jakarta.

“Nilai hibah untuk perbaikan ketiga jembatan itu Rp15.675.000.000. Jembatan-jembatan itu memang sebelumnya kami usulkan ke pusat untuk diperbaiki,” kata Bambang saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu (11/11/2018).

Bambang menjelaskan dana hibah dari APBN diperkirakan mulai ditransfer ke kas daerah pada pertengahan Desember 2018. Disinggung pencairan hibah yang mepet musim hujan itu, Bambang menjelaskan teknis perbaikan ketiga jembatan akan melihat kondisi di lapangan.

“Yang jelas kami selesaikan dulu DED, perencanaan, dan RAB sebelum nanti memasuki proses lelang,” urai dia.

Salah satu warga Desa Talang, Bayat, Sugeng, 49, mengatakan jembatan Talang merupakan akses penghubung antara wilayah Kecamatan Bayat dengan Trucuk. Selain itu, jembatan tersebut menjadi jalur alternatif menuju ke wilayah Kecamatan Cawas.

Akibat terjangan arus sungai pada 2017 lalu, jembatan itu ambles di salah satu bagian sehingga menurun dari ketinggian semula.

“Harapan kami segera dibenahi karena Jembatan Talang termasuk jalur utama bagi warga. Kalau tidak segera diperbaiki kami khawatir kerusakannya semakin parah karena saat ini sudah memasuki musim hujan,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Bayat, Edy Purnomo, mengatakan kondisi jembatan Jarum rusak parah akibat tak kuat menahan derasnya air saat banjir 2017 lalu. Jembatan tersebut menjadi penghubung antara Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Klaten, dengan Desa Trembono, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, DIY.

“Jembatan Talang dan Jarum, insya Allah segera dilaksanakan pembangunannya dari BNPB menggunakan dana APBN,” katanya.