10 Pencuri Motor Diringkus di Wonogiri, 2 Di Antaranya Petugas Leasing

Pencuri sepeda motor (jongkok) yang ditangkap aparat Polres Wonogiri, belum lama ini. (Istimewa/Polres Wonogiri)
12 November 2018 14:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Aparat Polres Wonogiri menangkap 10 orang tersangka pencurian sepeda motor (curanmor) selama Operasi Jaran Candi 2018 yang digelar 9-28 Oktober lalu.

Satu tersangka di antaranya beraksi dengan modus mengencani korban terlebih dahulu. Selain itu ada dua tersangka yang merupakan petugas utusan leasing.Aparat Polres Wonogiri menangkap 10 orang tersangka pencurian sepeda motor (curanmor) selama Operasi Jaran Candi 2018 yang digelar 9-28 Oktober lalu.

Kedua petugas leasing itu diringkus karena mengambil sepeda motor yang angsuran bulanannya menunggak tanpa seizin pemilik motor.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari Polres Wonogiri, Senin (12/11/2018), para tersangka tersebut merupakan pelaku dari lima kasus curanmor di Wonogiri. Dua di antara mereka masuk target operasi (TO) sejak lebih dari setahun lalu.

Kedua TO meliputi Suryanto, 39, warga Mojorejo RT 002/RW 001, Kepuh, Nguter, Sukoharjo, yang menjadi buronan atas kasus curanmor 16 Januari 2015 di Hotel Sari Murni, Wonokarto, Kecamatan Wonogiri.

Satu TO lainnya Andra Nugroho, 22, warga Daleman RT 002/RW 001, Ploso, Jumapolo, Karanganyar. Delapan tersangka lainnya yakni Tomas Septiyanto, 27, warga Geger RT 002/RW 002, Tanjungsari, Banyudono, Boyolali, diduga kuat mencuri sepeda motor di rumah korban, Atien W.U., di Sendang, Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri.

Lalu ada Lantang Novadosilasol, 22, warga Pacean RT 001/RW 002, Tanjungsari, Banyudono, Boyolali, penadah sepeda motor hasil curian Tomas; dan Yuli Endro Saputro, 35, warga Poko, Duwet, Wonosari, Klaten, yang juga penadah sepeda motor curian Tomas dengan cara barter.

Selain itu, Eko Purwidiyanto, 40, warga Losari RT 001/RW 006, Jendi, Girimarto, dan Tumidjan, 48, warga Geneng RT 002/RW 012, Purwosari, Kecamatan Wonogiri. Keduanya petugas utusan leasing yang mengambil sepeda motor tanpa seizin pemiliknya, Sarto, 41, warga Ketongo RT 001/RW 002, Krandegan, Bulukerto, 23 September 2017.

Tersangka lainnya Sardi, 35, warga Ngelayang RT 001/RW 003, Klumprit, Mojolaban, Sukoharjo, dan SW, 17, warga Karangtengah, Wonogiri. Mereka diduga mencuri sepeda motor milik Slamet, 31, warga Masaran RT 001/RW 010, Purwoharjo, Karangtengah.

Terakhir ada Andra Nugroho, 22, warga Daleman RT 002/RW 001, Ploso Jumapolo, Karanganyar.

Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP M. Kariri, kepada Solopos.com, mengatakan tersangka Suryanto melancarkan aksi dengan modus mengencani korban, Wt, 31, warga Gunung Kidul, DIY.

Semula Surayanto berkenalan dengan Wt melalui media sosial (medsos). Suatu ketika Suryanto mengajak bertemu di Wonogiri. Setelah itu Suryanto mengajak ke hotel.

Setelah masuk ke kamar hotel, Suryanto meminta Wt bersih-bersih diri di kamar mandi. Saat itu lah Suryanto membawa kabur Honda Vario berpelat nomor AB 6720 FW milik Wt.

“Eko dan Tumidjan yang merupakan petugas utusan leasing kami tangkap karena mengambil Suzuki Satria milik Pak Sarto tanpa izin. Keduanya sebenarnya membawa surat tugas dari perusahaan untuk mengambil motor yang angsurannya menunggak itu. Namun, mereka mengambilnya dengan cara masuk ke rumah tanpa sepengetahuan penghuni rumah," kata dia mewakili Kapolres, AKBP Robertho Pardede.

Kariri menambahkan kasus ini diharapkan menjadi pelajaran bagi petugas leasing jika mengambil kendaraan seperti pencuri bisa dipidana kasus pencurian.