Mobil Pengusaha Solo Ringsek Tertimpa Pohon di Vastenburg

Pohon Flamboyan roboh menimpa mobil di halaman Benteng Vastenburg, Solo, Selasa (13/11 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
13 November 2018 16:20 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Tidak ada hujan atau pun angin kencang, pohon flamboyan berusia puluhan tahun di pelataran parkir Benteng Vastenburg Solo tumbang, Selasa (13/11/2018) siang.

Pohon tersebut tumbang menimpa mobil Toyota Avanza putih berpelat nomor B 1564 PYH hingga ringsek. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, peristiwa terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu mobil Toyota Avanza warna putih yang dibawa pengusaha Solo, Diaz Arjun Ardian, tersebut tengah diparkir di halaman Benteng Vastenburg, tepat di samping pohon tersebut.

Tiba-tiba tanpa ada angin kencang dan hujan, pohon berdiamater satu meter tersebut roboh dan menimpa mobil di sampingnya. Seketika itu mobil ringsek.

“Tadi suaranya keras sekali. Brukkkk bunyinya. Pas saya cek ternyata pohon tumbang dan kena ke mobil,” kata salah satu saksi mata, Tukiman.

Arjun yang juga pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Solo mengaku kaget saat mengetahui mobil yang dibawanya dan diparkir di halaman Benteng Vastenburg tertimpa pohon.

Saat kejadian itu dirinya tengah mempersiapkan peralatan untuk acara yang akan dilaksanakan di kawasan tersebut. “Mobil itu yang bawa memang saya, tapi mobil bukan milik saya, melainkan punya kerabat,” kata Arjun.

Arjun mengaku akan berkoordinasi dengan pemilik mobil terkait insiden tersebut. Dia memberi beberapa catatan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo atas kejadian itu.

Salah satunya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait diminta lebih memperhatikan kondisi pohon-pohon di kawasan publik atau pinggir jalan.

“Benteng Vastenburg pusat keramaian dan sering ada event nasional atau internasional. Jadi masalah keamanan lingkungan harus menjadi perhatian,” katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo, Eko Prajudi Noor Aly, mengatakan pohon tumbang tersebut diakibatkan usia yang sudah puluhan tahun dan kondisinya telah rapuh.

Kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Proses evakuasi pohon tumbang membutuhkan waktu lantaran ukuran pohon yang besar.

BPBD bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan dibantu sukarelawan mengevakuasi dengan memotong pohon menjadi beberapa bagian. Kemudian bagian pohon yang tepat menimpa mobil diangkat menggunakan katrol.

Mobil yang tertimpa pohon kemudian diderek dan dibawa ke bengkel untuk diperbaiki. Saat ini, BPBD tengah memetakan pohon yang rawan tumbang.

Pemetaan dikerjakan bersama dengan DLH Kota Solo. Selain Jl. Slamet Riyadi, potensi pohon tumbang tersebar di wilayah lain di Kota Bengawan.

Sejumlah wilayah dipetakan sebagai daerah rawan pohon tumbang, seperti Jl. Tentara Pelajar, jalan lingkar Mojosongo, Jl. Ir. Juanda, Jl. Ir. Sutami, Jl. Ki Hajar Dewantara, Jl. Ki Mangunsarkoro, Jl. Kolonel Sugiono, serta Jl. Adisucipto.

BPBD akan terus mewaspadai berbagai potensi pohon tumbang tersebut. “Kami mengimbau warga lebih berhati-hati terutama saat hujan deras disertai angin kencang," kata Eko.