Rumah dan Usaha Vulkanisir Ban di Joyosuran Solo Ludes Terbakar

Rumah sekaligus lokasi usaha vulkanisir ban milik warga Joyosuran, Solo, terbakar, Selasa (13/11 - 2018). (Solopos/Tamara Geraldine)
13 November 2018 17:40 WIB Tamara Geraldine Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Rumah sekaligus tempat usaha vulkanisir ban milik warga Gabutan RT 001/RW 009, Joyosuran, Pasar Kliwon, Solo, Sunaryo, terbakar pada Selasa (13/11/2018) siang.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa yang belum diketahui pasti penyebabnya itu. Saat kejadian, semua penghuni rumah, kecuali satu orang bernama Eko yang mengalami gangguan mental, sedang pergi.

Rumah itu dihuni dua keluarga, masing-masing keluarga Sunaryo dan keluarga Santoso. Mereka bersaudara. Totalnya ada sekitar enam orang yang menghuni rumah itu.

“Hanya Eko yang ada di dalam rumah. Dia tampak mondar-mandir dan menangis melihat api membakar rumah Sunaryo. Eko itu agak stres tetapi tidak dimasukkan ke rumah sakit jiwa,” ujar tetangga sebelah rumah Sunaryo, Wanti, saat ditemui Solopos.com, Selasa.

Api kali pertama diketahui sekitar pukul 13.00 WIB oleh tetangga Sunaryo bernama Okvanto. Saat kejadian, Okvanto yang sedang membangun rumahnya hendak mengambil semen di dekat rumah Sunaryo.

Saat mengambil semen itu, Okvanto mencium bau ban terbakar. Lalu Okvanto dibantu tukang bangunan di rumahnya, Edi Suprapto, warga Boyolali, berusaha mencari tahu asal bau itu.

Keduanya lalu melihat ada asap dan api di rumah Sunaryo. Okvanto kemudian menelepon Polsek Pasar Kliwon dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).

Ada sekitar delapan unit mobil damkar yang dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Api bisa dipadamkan sekitar satu setengah jam kemudian.

Akibat kejadian itu, pemilik rumah rugi sekitar Rp100 juta plus surat-surat berharga yang tak bisa diselamatkan. Polsek Pasar Kliwon masih menyelidiki kejadian itu untuk mengetahui penyebab kebakaran.

Informasi yang didapat polisi, saat kejadian pemilik rumah tengah mengoven ban lalu ditinggal pergi. Wakapolsek Pasar Kliwon Iptu Komang Widana mengaku mendapat laporan dari warga sekitar pukul 13.00 WIB.

“Saya dapat laporan dan bersama anggota lainnya langsung menuju lokasi. Pemilik rumah, Sunaryo, tidak ada di tempat. Hanya ada saudaranya yang tidak normal alias stres berada di rumah," jelas Komang saat ditemui di lokasi, Selasa.