Polisi Pastikan Ini Penyebab Kebakaran Pasar Legi Solo

Kerja bakti membersihkan sisa kebakaran di Pasar Legi Solo, Minggu (11/11 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
14 November 2018 15:15 WIB Ivan Andimuhtarom Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Teka-teki penyebab kebakaran Pasar Legi Solo pada Senin (29/10/2018) sore akhirnya terjawab. Polisi memastikan pasar pangan terbesar di Solo itu terbakar karena hubungan pendek arus listrik atau korsleting.

Kasatreskrim Polresta Surakarta, Kompol Fadli, kepada wartawan di Mapolresta, Rabu (14/11/2018) siang, menjelaskan Satreskrim telah menerima hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Cabang Semarang Bareskrim Mabes Polri, akhir pekan lalu.

“Hasilnya, penyebab kebakaran itu adalah arus pendek listrik. Jadi percikan apinya membakar barang di sekitarnya yang mudah terbakar sehingga terjadi kebakaran hebat di Pasar Legi,” terang dia.

Menurutnya, kasus kebakaran Pasar Legi kini ditutup karena hasil pemeriksaan Puslabfor sudah membuktikan tidak ada faktor kesalahan manusia dalam kejadian tersebut.

“Kalau itu dibakar orang atau disabotase, kami bisa melakukan peningkatan status perkara. Namun karena hasil pemeriksaan Puslabfor semacam itu maka kasus ditutup. Itu bukan kesalahan manusia,” paparnya.

Ia mengimbau masyarakat cermat dalam menangani kabel listrik. Salah satunya adalah dengan meminimalkan sambungan pada kabel listrik.

Kalau terpaksa ada sambungan, masyarakat harus memastikan sambungan itu sudah diamankan menggunakan isolasi yang benar.

“Tolong juga diperhatikan dayanya [listrik], [kabel] bisa menampung atau tidak. Itu bisa jadi faktor penyebab terjadinya hubungan arus pendek,” tuturnya.

Puslabfor Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kebakaran Pasar Legi Solo, Selasa (30/10/2018) pagi. Tim Puslabfor dipimpin Kepala Sub Bidang Fisika Komputer Forensik Puslabfor Cabang Semarang Bareskrim Mabes Polri AKBP Teguh Prihmono.

Kedatangan tim itu untuk memenuhi permintaan penyidik Polresta Surakarta. Saat itu, Teguh menjelaskan sumber panas bisa terjadi dari proses mekanik, proses kimia, biokimia, elektrik, dan open flame (api terbuka).

Puslabfor mengambil barang bukti berupa jaringan listrik dan sisa api yang terbakar untuk diperiksa di laboratorium.