Begini Rencana Penempatan Pasar Legi Solo Seusai Dibangun

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo menyapa pedagang Pasar Legi di los pasar darurat, Rabu (14/11 - 2018) siang. (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
15 November 2018 12:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berencana mengatur ulang lokasi berjualan para pedagang Pasar Legi setelah pasar dibangun kembali pascakebakaran, Senin (29/10/2018) lalu.

Pemkot bakal membagi kios dan los dengan sistem zonasi sesuai jenis barang dagangan para pedagang. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo, Subagiyo, saat ditemui Solopos.com di sela-sela menemani Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo meninjau pembangunan pasar darurat di terminal Pasar Legi, Rabu (14/11/2018) siang.

Dia menyebut rencana Disdag menerapkan sistes zonasi di pasar baru berdasarkan jenis barang dagangan telah disetujui sejumlah pedagang yang tergabung dalam Ikatan Kekeluargaan Pedagang Pasar Legi (Ikappagi) Solo.

Pada Selasa (13/11/2018) malam Disdag telah menggelar pertemuan dengan pengurus dan anggota Ikappagi. "Pedagang enggak menuntut banyak. Mereka enggak neka-neka, yang penting dapat tempat untuk berjualan lagi," kata Subagiyo.

Subagiyo menyatakan Disdag bakal membagi pedagang ke dalam sistem zonasi mulai saat penempatan ke pasar darurat. Dia menilai hal itu perlu dilakukan untuk membiasakan para pedagang nyaman berjualan di antara para pedagang lain yang menjual barang dagangan sejenis.

Subagiyo meyakini penerapan sistem zonasi akhirnya bakal menguntungkan para pedagang sendiri. Keberadaan para pedagang bisa lebih mudah ditemukan para pelanggan dan pembeli.

"Kami nanti bagi lapak darurat dengan sistem zonasi sesuai dengan jenis dagangan pedagang. Jadi ketika kami bangun pasar yang baru, mereka sudah terbiasa dengan kondisi itu," jelas Subagiyo.

Subagiyo menargetkan pembangunan pasar darurat pedagang Pasar Legi bisa rampung pada 20 November 2018. Setelah pasar darurat jadi, Disdag bakal membagi lapak itu untuk para pedagang korban kebakaran pada 29 Oktober lalu.

Dia mengatakan pedagang kios bakal diberi tempat berjualan sementara di kios darurat di Jl. Sabang. Sedangkan pedagang los bakal diarahkan memenuhi lapak bekas pasar darurat Klewer di terminal Pasar Legi.

Sementara pedagang oprokan diberi tenda dan payung. "Teman-teman dari Ikappagi menerima rencana zonasi. Mereka juga merasakan kalau di sini misalnya jual brambang, depannya tempe, sampingnya daging, sebelahnya lagi jual pakaian itu tidak matching," jelas Subagiyo.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo, juga menargetkan pembangunan pasar darurat dan tenda bagi pedagang Pasar Legi yang terdampak kebakaran bisa selesai pada akhir November ini.

Dia menyampaikan para pekerja khususnya yang bertugas membangun pasar darurat di terminal Pasar Legi selama ini bekerja lembur. Rudy menyaksikan sendiri para pekerja baru istirahat pada pukul 22.00 WIB dan kadang hingga pukul 23.00 WIB.

"Kami mikir hujan juga. Nanti kami bikin semacam tanggul biar air hujan enggak masuk ke pelataran pasar yang dipakai untuk pasar darurat. Tepi Jl. Monumen 45 sana juga sudah tak tinggikan, biar air hujan bisa langsung ke drainase," jelas Rudy.