Miniatur 44 Pasar Tradisional Solo Ada Di Benteng Vastenburg

Suasana Festival Semarak Ragam Perdagangan Pasar Tradisional di Benteng Vastenburg, Solo, Kamis (15/11 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
15 November 2018 20:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Aneka jenis tanaman tertata rapi di stan Pasar Jebres di Pameran Semarak Ragam Pasar Tradisional yang digelar di pelataran parkir Benteng Vastenburg, Kamis (15/11/2018). Tanaman itu dijual dengan harga kisaran Rp10.000 hingga Rp200.000.

Beberapa pengunjung tampak melihat-lihat tanaman tersebut. Tak jauh dari stan Pasar Jebres, stan Pasar Burung dan Ikan Hias Depok juga ramai pengunjung.

Mereka melihat sangkar burung, akuarium, serta aneka aksesori di stan tersebut. Sangkar burung misalnya dibanderol dari Rp175.000 hingga Rp3,5 juta. Begitu pula akuarium dijual Rp150.000 sampai Rp2 jutaan.

“Produk unggulan di Pasar Depok kami pamerkan di sini, seperti sangkar burung, akuarium, binatang, dan aneka aksesori,” kata Lurah Pasar Burung dan Ikan Hias Depok, Nur Rahmadi kepada Solopos.com.

Meski cuaca cukup panas siang itu, tak menyurutkan langkah pengunjung datang dan melihat-lihat stan yang menampilkan produk unggulan pasar tradisional serta aneka kuliner khas Kota Bengawan.

Dyah Nur Sinta, warga Banjarsari, misalnya, datang bersama sejumlah rekannya untuk melihat aneka produk unggulan pasar di Solo.

“Ternyata pasar-pasar di Solo punya banyak produk unggulan. Dari datang ke pameran bisa tahu ternyata pasar di Solo jumlahnya puluhan,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Subagiyo mengatakan Semarak Ragam Pasar Tradisional diikuti seluruh pasar tradisional di Kota Bengawan yang berjumlah 44 pasar. Kegiatan ini melibatkan pedagang, paguyuban pasar, asosiasi perdagangan hingga aparatur sipil negara (ASN).

“Pameran dilaksanakan di kompleks Benteng Vastenburg pada Kamis sampai Sabtu (15-17/11/2018) nanti. Dibuka mulai pukul 08.00 WIB sampai 21.00 WIB,” kata Subagiyo.

Selain pameran produk unggulan pasar tradisional, di festival itu juga dipamerkan aneka kuliner dari jajanan tradisional hingga kekinian. Subagiyo berharap melalui kegiatan ini mampu mendongkrak kunjungan warga untuk berbelanja di pasar tradisional.

Selain itu melalui pameran Semarak Ragam Pasar Tradisional inipun masyarakat bisa melihat miniatur pasar tradisional di seluruh Kota Solo.

“Kami berusaha menghilangkan image negatif terhadap pasar tradisional dengan membuat kebijakan agar pasar tradisional tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk berbelanja,” katanya.

Salah satu upayanya Pemkot membenahi pasar tradisional dengan merevitalisasi fisik pasar, menata tempat dagangan sesuai zona, melengkapi fasilitas pasar, meningkatkan sumber daya manusia (SDM) melalui pembinaan, pelatihan, pengawasan.

“Jadi untuk mengangkat pasar tradisional supaya tidak hilang kumandangnya, maka perlu dilakukan kegiatan promosi melalui Semarak Ragam Pasar Tradisional,” katanya.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan melalui program revitalisasi, Pemkot ingin membuang kesan kumuh dan bau pada pasar tradisional. Pemkot mempercantik bangunan pasar sehingga terlihat bersih dan tertata rapi.

“Di daerah lain banyak pasar tradisional yang tutup, berbeda dengan Solo yang justru berkembang. Dulu jumlah 37 pasar, sekarang menjadi 44 pasar,” katanya.