Kejar Target, Pemasangan Miniatur Bangunan Dunia di Boyolali Dikebut

Miniatur Sphinx yang merupakan satu dari empat miniatur bangunan terkenal dunia sudah selesai dipasang di simpang Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Sabtu (17/11 - 2018). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
18 November 2018 20:51 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Memasuki musim penghujan, pemasangan miniatur empat bangunan terkenal dunia di simpang Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Boyolali dikebut. Meski demikian, diharapkan target penyelesaian pemasangan pada Selasa (20/11/2018) tercapai. Koordinator pemasangan miniatur dari PT Nuanza Porcelain, Ampel, Anda Suhanda mengakui, saat ini pihaknya mulai terkendala cuaca dalam pemasangan miniatur Candi Borobudur, Taj Mahal, Sphinx, dan Piramida di kawasan tersebut.

Menurutnya, pihaknya terpaksa menghentikan aktivitas saat hujan turun sehingga pekerjaan juga terpaksa tertunda. Solusinya, pihaknya mengganti waktu pekerjaan tersebut pada hari libur agar target pemasangan selesai pada 20 November. “Makanya ini hari libur juga tetap kami kerjakan. Kejar tayang tanggal 20 [November] harus selesai,” ujarnya Minggu (18/11/2018).

Sementara itu, berdasarkan pantauan Solopos.com, Sabtu (17/11/2018), dari empat miniatur bangunan yang direncanakan, baru tiga di antaranya yang sudah terpasang. Ketiganya adalah Candi Borobudur, Sphinx, dan Piramida. Sedangkan miniatut Masjid Taj Mahal masih dalam proses finishing di Ampel. “[Miniatur] Taj Mahal sedang diproses,” ungkap Anda.

Sebagaimana diketahui, Pemkab menempatkan tujuh bangunan terkenal yang pernah masuk dalam tujuh keajaiban dunia di dua lokasi, yakni di simpang Kragilan dan di Simpang Asrikanto, Boyolali Kota. Tiga bangunan lain di simpang Asrikanto, yakni miniatur Menara Pisa, Menara Eiffel, dan Patung Liberty sudah selesai dipasang dan sudah diresmikan pada 25 Oktober lalu. Di sisi lain, miniatur bangunan terkenal dunia itu semuanya terbuat dari bahan keramik. Tanah liat yang dipakai sebagai bahan dasar didatangkan dari Sukabumi, Jawa Barat. Tanah Sukabumi ini merupakan tanah yang paling kuat menahan panas dalam proses pembakaran hingga suhu 1.240 derajat Celcius.

Sementara itu, untuk membuat miniatur bangunan-bangunan tersebut dibutuhkan waktu yang tidak sedikit. Dimulai dari pembuatan master untuk cetakan, dilanjutkan dengan pembakaran dan seterusnya. Untuk membuat master, dibutuhkan ketelitian, khususnya mengenai bentuk dan ukuran yang harus mirip dan sesuai dengan perbandingan aslinya. Anda mengatakan, pembuatan miniatur paling lama adalah Candi Borobudur karena item-item penyusunnya cukup banyak dan memiliki detail yang kompleks. Untuk membuat miniatur candi setinggi 2,5 meter dan lebar bawah 6,5 meter x 6,5 meter ini dibutuhkan waktu sekitar tiga bulan dan dikerahkan 20 pekerja. Pada miniatur candi ini terdapat 476 master cetakan untuk berbagai bagian.