Begini Mural dan Mozaik Flyover Manahan Solo Senilai Rp2,8 Miliar

Seniman menggambar mural di dinding flyover Manahan, di Jl. M.T. Haryono, Manahan, Solo, Selasa (20/11/2018). - Nicolous Irawan.
21 November 2018 20:07 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO—Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Solo, Joko Supriyanto, mengatakan pemasangan ornamen di badan flyover Manahan tersebut dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama berupa pengerjaan hiasan mural di sisi utara rel. Sedangkan tahap lanjutan berupa hiasan mozaik di dinding flyover sisi selatan rel.  

“Mural sudah mulai dikerjakan. Yang mozaik masih menunggu dinding flyover sisi selatan rel itu rampung dulu. Baru nanti dipasang mozaik,” kata Joko ketika dihubungi Solopos.com tengah berada di Semarang, Rabu (21/11/2018).

Konsep visual mural adalah tentang kecepatan serta kelancaran arus sehingga secara umum digambarkan lewat citra komposisi garis dan bidang yang dipadu dengan ornamen dan citra ethnic power (kekuatan etnik) lain. Selain keragaman warna dalam pencitraan visual yang berkesan modern serta futuristik. Elemen tersebut kemudian dipadukan dengan objek dan figur-figur yang dapat menarasikan tema seni, budaya, dan olahraga. Tak hanya itu, mural juga menyesuaikan dengan tema kawasan Manahan sebagai kawasan olahraga, budaya dan kreativitas pemuda, serta tema yang Solo banget . Mural tersebut sebagai sebuah gambaran mengenai "Solo masa lalu adalah Solo masa depan".

“Mozaik juga hampir sama temanya. Mozaik ini seperti jembatan Antapani di Bandung,” kata Joko.

Merujuk laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Solo, nilai pagu untuk proyek pemasangan hiasan flyover Manahan Rp2,8 miliar. Sentuhan hiasan di dinding flyover Manahan guna mempercantik sekaligus menghindari kesan monoton. Hiasan ini lebih condong kepada estetika.

Meski demikian, hanya sisi luar jalan layang Manahan yang dipasangi ornamen. Bagian dalam berupa parapet atau dinding pengaman kendaraan tidak dihias. Hal ini lantaran sesuai konsep awal tidak ada jalur khusus pejalan kaki.