Ini Makna Abimanyu Bagi Warga Kwaren Klaten

Warga gotong royong membersihkan Sungai Pepe dalam Grebeg Sampah Sungai di Dukuh Mangunan, Desa Kwaren, Ngawen, Klaten, Minggu (18/11/2018).(Solopos - Cahyadi Kurniawan)
21 November 2018 21:10 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN—Warga dan komunitas peduli sungai bersihkan aliran Sungai Pepe yang melintas di Desa Kwaren, Kecamatan Ngawen, Klaten, Minggu (18/11/2018). Bersih sungai itu digelar dalam rangka mempersiapkan sungai sebagai tujuan wisata dan mengembalikan fungsi sungai seperti sedia kala.

Bersih-bersih yang digelar pagi itu dikemas dalam acara Grebeg Sampah Sungai di Dukuh Mangunan, Desa Kwaren. Ada 350 lebih warga berasal dari pegiat Komunitas Kwaren Peduli Sungai (Waring), perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Klaten, Komunitas Bikers Subuhan Klaten, Komunitas Ijo Royo-royo, dan lainnya. Mereka membersihkan mulai dari Dukuh Mangunan hingga Dukuj Jetisdukuh sepanjang 480 meter.

Tema kali ini adalah Abimanyu atau Ayo Bikak Milining Banyu. Semacam ajakan kepada warga jangan buang sampah ke sungai dan upaya restorasi sungai,” kata Ketua Komunitas Kwaren Peduli Sungai (Waring) Desa Kwaren, Archanudin Trisnawan, saat ditemui Solopos.com di sela-sela acara, Minggu (18/11/2018).

Archanudin menjelaskan selama ini sungai itu dalam keadaan kotor. Padahal, sungai dipakai untuk irigasi persawahan di sejumlah desa di Kecamatan Ngawen. Ia berharap melalui kerja bakti bersih sungai, kesadaran warga untuk menjaga sungai bertambah.

Warga semakin sadar untuk menjaga sungai. Mereka tahu bahwa menjaga sungai sulit jadi jangan mengotorinya lagi. Warga juga bisa menjadikan sungai sebagai halaman depan rumah bukan bagian belakang rumah,” beber dia.

Ke depan, upaya bersih sungai dan kampanye untuk memilah sampah dari rumah akan terus digerakkan oleh Waring. Jika dinilai memenuhi syarat, sungai akan dimanfaatkan untuk membuka objek wisata air.

Camat Ngawen, Klaten, Anang Widjatmoko, berharap kegiatan bersih sungai bisa digelar berkesinambungan. Di Kwaren, total ada ruas sungai sepanjang 800 meter hingga satu kilometer yang sudah dibersihkan oleh warga desa. Kemudian, aksi itu disusul kegiatan tanam pohon di sepanjang sungai.

Kalau sungai bersih, masyarakat jadi lebih sehat. Ke depan, ada wacana pengembangan wisata air dari sungai yang bersih ini,” ujar dia.

Anang menjelaskan upaya yang dilakukan di Kwaren bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kecamatan Ngawen. Di Ngawen, Sungai Pepe melintasi empat desa yakni Pepe, Mayungan, Kwaren, dan Tempursari. “Kalau yang bersih hanya Kwaren saja, yang lain tidak jadi percuma. Semua desa diharapkan bisa mengikuti Kwaren membersihkan sungai,” tutur dia.

Selain untuk membuang sampah, Sungai Pepe kadang digunakan warga untuk Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Perilaku ini perlahan mulai dibilangkan ditandai dengan deklarasi Bebas BABS di sejumlah desa. “Beberapa desa mulai deklarasi Bebas BABS. Pada 2019, ditargetkan sungai ini bersih dari BABS,” harap Camat.