Balita Asal Desa Gedongan Baki Sukoharjo Derita Atresia Esofagus, Begini Kondisinya

Pasangan suami istri (pasutri), Dwi Prayitno-Ririn Wahyuning Budiyarti, menggendong Azzizah Attaya Nasafarin yang menderita penyakit Atresia Esofagus di rumahnya di Desa Gedongan, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Rabu (21/11 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
22 November 2018 20:08 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO – Anak balita berusia satu tahun, Azzizah Attaya Nasafarin, warga RT 002/RW003, Desa Gedongan, Kecamatan Baki, Sukoharjo, menderita kelainan sejak lahir.

Putri pertama pasangan Dwi Prayitno, 30, dan Ririn Wahyuning Budiyarti, 29, ini menderita penyakit Atresia Esofagus. Di tubuh Azzizah harus terpasang tiga selang, yakni di bagian tenggorokan, lambung, dan usus halus.

Azzizah yang lahir pada 14 Juli 2017 di RS Nirmala Suri ini mengalami cacat lahir dari kerongkongan yang menghubungkan mulut dan lambung.

“Anak saya tak bisa menyalurkan makanan dari mulut ke lambung. Karena itu dipasang selang di bagian tenggorokan, lambung, dan usus halus,” kata ibunda Azzizah, Ririn, saat berbincang dengan wartawan, Rabu (21/11/2018).

Saat lahir, Azzizah sempat dirujuk ke RSUD Dr Sardjito, Jogja untuk menjalani operasi. Azzizah harus menjalani operasi saat berusia tujuh hari dan harus menginap di rumah sakit selama lebih dari sepekan.

Kendati biaya operasi ditanggung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) namun keluarga Azzizah tetap membutuhkan uang untuk membeli susu dan makanan bayi.

“Tidak bisa makan nasi. Setiap hari hanya minum susu. Satu kaleng susu habis hanya dalam tiga hari. Padahal, harga satu kaleng susu Rp300.000,” papar dia.

Belum lagi kebutuhan Azzizah lainnya seperti popok dan bedak bayi yang harus dibeli setiap bulan. Padahal, Ririn hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga (IRT) dan mengurus Azzizah. Sementara suaminya, Dwi Prayitno bekerja sebagai pelayan rumah makan di Solo yang penghasilan setiap bulan pas-pasan.

Tak dapat dipungkiri, biaya yang dibutuhkan untuk menyembuhkan Azzizah tak sedikit.

“Saya berharap ada bantuan dari masyarakat untuk membiayai keperluan sehari-hari hingga Azzizah sembuh. Terus terang, penghasilan saya tak cukup untuk membiayai perawatan dan keperluan sehari-hari,” kata dia.