Pemkot Solo akan Bebaskan 2 Bidang Lahan untuk Akses Flyover Manahan

Pekerja membuat ornamen di dinding luar flyover Manahan Solo, Kamis (15/11 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
23 November 2018 12:40 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo membidik dua bidang lahan di Jl M.T Haryono kawasan Manahan Solo untuk dibebaskan. Dua bidang lahan yang terletak di sisi timur flyover (jalan layang) Manahan tersebut akan dibebaskan untuk kelancaran arus lalu lintas di kawasan flyover.

Menurut Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo, akses lalu lintas dari Jl. M.T. Haryono ke Jl. Sam Ratulangi terlalu kecil karena masih adanya dua bidang lahan yang berada di sisi timur jalan. Saat ini dua bidang lahan tersebut masih digunakan sebagai ruang usaha pemiliknya.

"Kami ingin jalannya diperluas lagi. Tentunya ada dua lahan yang harus dibebaskan," kata Wali Kota kepada wartawan di Balai Kota Solo, Kamis (22/11/2018). 

Pria yang akrab disapa Rudy itu akan melakukan negosiasi terkait tawaran pembebasan lahan kepada pemilik dalam waktu dekat. Namun Rudy tidak menyebut berapa angka yang akan disodorkan kepada pemilik lahan.

Pemkot menilai proses negosiasi akan berjalan mulus dan tidak ada kendala yang berarti. Hal ini melihat potensi lokasi tempat usaha tersebut yang dinilai sulit berkembang karena berada di bawah flyover Manahan.

Bahkan sebelum dibangun flyover Manahan lokasi itu juga dinilai bukan kawasan strategis. Kondisi ini kerap membuat usaha yang ada sulit bersaing dengan usaha lain yang sejenis. 

“Sejak dulu di situ dibuka apa saja nggak payu. Lha lokasi pas enggok-enggokan [belokan]. Apalagi dulu ditutupi videotron,” katanya.

Wali Kota Solo berharap pemilik lahan dapat kooperatif saat diminta untuk membebaskan lahan. Pembebasan itu dianggap sebagai pemenuhan kepentingan masyarakat umum.

Sehingga jika tidak ada titik temu antara pemkot dengan pemilik lahan, pemerintah dapat memaksa dengan dasar pembangunan untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas. Saat ini pembangunan flyover sudah mencapai 80 persen. Pemkot mulai menggarap hiasan mural pada dinding flyover.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Solo Endah Sitaresmi Suryandari mengatakan sesuai kontrak kerja, pembangunan flyover Manahan rampung pada November ini. “Bulan ini sudah selesai [pembangunan flyover], Januari lah baru bisa beroperasi,” kata Sita.

Namun, Pemkot berharap flyover Manahan beroperasi pada akhir tahun ini guna mengurai kepadatan lalu lintas saat libur Natal dan Tahun Baru. Diprediksikan jumlah kendaraan yang melintas di Kota Bengawan meningkat selama libur Natal dan Tahun Baru tersebut.

Namun demikian operasional jalan layang Manahan menunggu penyelesaian sarana dan prasarana pendukung, seperti markah jalan, lampu penerangan jalan ,dan lain sebagainya. "Mudah-mudahan Natal bisa beroperasi, tapi amannya tetap Januari,” katanya.