DPRD Dukung Pemkot Bebaskan Lahan untuk Akses Flyover Manahan Solo

Seniman sedang membuat lukisan mural di dinding Flyover Manahan, Solo, Senin (19/11 - 2018) malam. (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
23 November 2018 21:15 WIB Ivan Andimuhtarom Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- DPRD Kota Solo menyetujui rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Solo yang bakal membebaskan dua bidang lahan di Jl. M.T. Haryono atau sisi timur Flyover Manahan Solo. DPRD siap mendukung rencana penganggaran demi kelancaran akses pengguna jalan di sekitar flyover.

Ketua Komisi II DPRD Solo, Y.F. Sukasno, mengatakan pihaknya siap mendukung kebijakan Pemkot Solo yang berkaitan dengan segala aspek penunjang Flyover Manahan Solo. Menurutnya, pembebasan lahan adalah bagian dari perencanaan Pemkot untuk memudahkan masyarakat yang melintas.

"Pada prinsipnya, segala kebutuhan nonteknis flyover akan disokong Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Solo," ungkap politikus PDIP itu saat ditemui solopos.com di kantornya, Jumat (23/11/2018).

Sukasno mengatakan menyetujui anggaran yang bakal diperlukan oleh Pemkot untuk pembebasan lahan. Hanya saja, soal nominal anggaran masih harus dibahas lagi. "Kalau itu butuh anggaran, kami setuju," kata dia tegas.

Pada sisi yang lain, Ketua Komisi III DPRD Solo, Honda Hendarto, menyatakan Flyover Manahan Solo wajib diuji coba sebelum dibuka untuk umum.

Ia berujar uji coba diperlukan di samping untuk mengetahui kekuatan bangunan, juga agar masyarakat tidak bingung.

"Harus ada uji coba. Flyover ini kan proyek awal dan kali pertama di Kota Solo. Jadi, harus ada uji coba kekuatan bangunan dan rekayasa lalu lintas seperti apa. Apa benar flyover bisa mengurai kemacetan di area tersebut?" ujarnya saat ditemui solopos.com di Gedung DPRD Solo, Jumat siang.

Ia menyatakan hingga kini belum ada pembahasan antara DPRD dengan Pemkot Solo soal waktu uji coba flyover tersebut. Namun, menurutnya flyover baru bisa dibuka untuk umum setelah konstruksi betul-betul dinyatakan telah selesai.

"Kalau belum selesai lalu ada apa-apa saat uji coba, bagaimana? Maka, harus dipastikan konstruksinya klir dulu," terang politikus PDIP itu.