Kebakaran Pabrik Plastik di Grogol Sukoharjo Padam Tapi Barang Ini Telanjur Hangus

Petugas memadamkan api yang membakar pabrik pengolah limbah plastik PT Surya Langkah Usaha di Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jumat (23/11 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
23 November 2018 17:40 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO – Api yang membakar gudang milik PT Surya Langkah Usaha di Desa/Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (23/11/2018) berhasil dipadamkan. Namun si jago merah telanjur membakar gudang yang berisi barang rongsok dan puluhan karung biji plastik.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Sukoharjo, Margono, menyatakan kobaran api dapat dijinakkan sekitar pukul 15.00 WIB.

"Jumlah mobil damkar yang dikerahkan sebanyak 15 unit yang berasal dari Sukoharjo, Kota Solo, Sragen, Boyolali, Karanganyar, dan Wonogiri," ungkap dia

Margono mengaku belum dapat memastikan penyebab utama kebakaran yang meludeskan gudang pabrik pengolah limbah plastik itu.

“Nilai kerugian material akibat kebakaran belum bisa ditaksir karena masih menunggu hasil pemeriksaan saksi dan pemilik pabrik,” kata dia. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun solopos.com, api berasal dari gudang yang terletak di bagian belakang pabrik pengolah limbah plastik itu.

Kobaran api kali pertama diketahui sejumlah karyawan yang tengah beraktivitas di dalam pabrik. Kala itu, para karyawan yang panik berupaya memadamkan kobaran api dengan peralatan tradisional. Namun, kobaran api justru bertambah besar.

Sementara sejumlah karyawan melaporkan kejadian itu ke Polsek Grogol yang diteruskan ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo.

“Kebakaran terjadi sesaat setelah Salat Jumat. Ada beberapa karyawan yang beraktivitas di pabrik saat muncul kobaran api,” kata Camat Grogol, Bagas Windaryatno, saat berbincang kepada wartawan, Jumat.

Tak berapa lama kemudian, petugas damkar mendatangi lokasi kejadian untuk memadamkan kobaran api. Mereka langsung memadamkan kobaran api yang membakar gudang pabrik. Beberapa petugas damkar lainnya berupaya memadamkan kobaran api lewat bagian belakang pabrik.

Lokasi pabrik terletak di tengah permukiman penduduk. Hanya jalan perkampungan yang menjadi akses satu-satunya menuju lokasi pabrik yang terbakar.

“Proses pemadaman kobaran api terkendala sempitnya akses jalan menuju lokasi pabrik. Belum lagi, warga yang menonton kebakaran di pinggir jalan perkampungan,” ujar dia.

Lebih jauh, Bagas menambahkan belum mengetahui secara jelas penyebab utama kebakaran pabrik. Bagas memprioritaskan agar kobaran api tak menjalar ke rumah penduduk yang letaknya di dekat pabrik.