Ratusan Pelaku Ekonomi Kreatif Ikuti Jambore di Benteng Vastenburg Solo

Benteng Vastenburg Solo. (Solopos/Nicolous Irawan)
24 November 2018 11:20 WIB Shoqib Angriawan Solo Share :

Solopos.com, SOLOEvent Jambore Komunitas Ekonomi Kreatif Srawung Gayeng Soloborasi 2018 dibuka Sabtu (24/11/2018) ini di Benteng Vastenburg Solo. Kegiatan yang dihadiri ratusan pelaku ekonomi dari 16 subsektor ini diharapkan membuat Solo menjadi percontohan kota kreatif di Jawa Tengah.

Project Manager Komunitas Ekonomi Kreatif Srawung Gayeng, Bryan Whildan Arsaha, mengatakan Kota Solo memiliki segudang pelaku ekonomi kreatif yang potensial. Oleh sebab itu, Kota Solo dipilih menjadi kegiatan penutup pameran ekonomi kreatif di Jawa Tengah pada tahun ini.

“Sebelumnya, kegiatan yang digelar Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jateng ini sudah digelar di lima kota lain, di Banjarnegara, Semarang, Pati, Banyumas dan Purwokerto, dan Pekalongan. Terakhir Kota Solo ini menjadi gong penutup kegiatan jambore ekonomi kreatif. Solo memiliki banyak pelaku ekonomi kreatif dan harapannya Solo bisa menjadi percontohan kota ekonomi kreatif di Jawa Tengah dan sekitarnya,” urainya kepada solopos.com, Jumat (23/11/2018).

Acara yang berlangsung hingga Minggu (25/11/2018) dihadiri sekitar 400 pelaku ekonomi kreatif di Solo dan sekitarnya.

Mereka di antaranya adalah pelaku pengembang aplikasi dan pengembang permainan, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film, animasi, dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio.

Sebelumnya, Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Disparta) Solo, Nunuk Mari Hastuti, mengatakan geliat ekonomi kreatif di Kota Solo mulai berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data terdapat 1.000 lebih pelaku ekonomi kreatif dari 16 subsektor di Kota Bengawan.

“Sejak tahun lalu kami mulai konsentrasi kegiatan pendataan pelaku ekonomi kreatif, pendataan ruang kreatif hingga pengembangan SDM [sumber daya manusia],” kata dia kepada wartawan, Rabu (21/11/2018).

Dia menjelaskan pelaku start up membutuhkan pendampingan untuk mengembangkan kreativitasnya sehingga diharapkan mampu menopang ekonomi masyarakat dan berjalan beriringan dengan promosi pariwisata.

“Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan ruang bagi para pelaku ekonomi kreatif menampilkan hasil karya mereka yang belum banyak diketahui masyarakat,” katanya.